hari ini itu hari yang cukup nyebelin buat saya, marlinda
yang nyuikin tanpa sebab.. gak bener-bener nyuekin sih, karna ketika saya tanya
dia ngejawab.. tapi karna saya ituuuuuu pekaaaaa banget.....sama sekitar, jadi
yaaaaaaa...semua berhasil dengan suasana gak nyaman.ih!
jadi begini, disetiap jalan pulang saya jadi kepikiran
#EhEnggakBaruMulaiKemarenSihMikirinnya sama celotehan becandaan marlinda yang
ngelidekin sembarangan..ngeledekin tentang yang namanya kematian. Ih
serem -,- yah memang itu anak -__-
kemaren dijalan pulang gue berfikir sedikit.
Kalau semua tentang kematian itu bukanlah cerita horor. gak
harus ditakuti, untuk apa takut. Dia Cuma berpindah tempat. Kalau kita mencintai
hidup kita, gak ada yang perlu ditakuti. Memang kalimat-kalimat ini meyeramkan,
tapi ini Cuma kalimat.gak lebih.
Saya jadi mikir, tentang perpisahan yang lebih absurd dari
sebuah permusuhan.
Semua yang sudah terpisah karna perbedaan alam, bakal ngebuat
orang yang ditinggalkan flashback, menyesal atau bahkan terluka. Setidaknya
saya merasa kehilangan dan menyesal ketika saya ditinggalkan teman saya dikelas
satu dulu. Dia pergi karna sakit yang dideritannya.
Saya agak sempat berfikir, kalau memang kita benar-benar
pergi. Saya ingin tau siapa yang benar-benar merasa kehilangan saya, dan saya
akan tau mana yang real itu.
Baik cukup, kalimat seperti itu sudah cukup mengerikan kalau
untuk dibahas terlalu lama.
Tapi saya tidak akan benar-benar meininggalkan cerita
tentang ini, karna saya akan bercerita tentang cerita teman masalalu saya,
tentang kawan lama saya yang sekarang sudahlah damai disisi-NYA..amin O:)
***
Namanya Ade, nama lengkapnya saya uda lupa sekarang..
mungkin karna seiring berlalunya waktu, saya uda jarang mikirinya bahkan
tentang dirinya sudah hampir tak pernah singgah diotak saya, terlalu banyak hal
yang difikirkan mungkin itu juga faktor lainya yang membuat saya beberapa
akihirtahun ini lupa tentangnya..
Pada hari kedua Mos disekolah SMP yang sekarang saya duduki
ini, saya bertemu dengannya.. setelah hampir enam tahun tak pernah melihat dan
bertegur sapa, dan tiba-tiba tak sadar saya melihatnya kembali, menghampiri
saya dengan senyuman yang masih saya ingat hingga saat ini, senyuman sapa lama,
saya masih ingat betul bagaimana ekspresinya, ketika itu ia sedang memegang
sapu ijuk ditangannya..hahaha karna ini saya kembali teringat tentangnya, dan
menulis tentangnya..setidaknya saya menulis tentang kisahnya yang saya tau dahulu,
meski tak lama kami berteman tapi sepertinya 3bulan itu saya bisa ingat semua
tentangnya..
Waktu berlalu, dan kami pun resmi bersekolah di SMP ini SMP
N 3 KOMET.
Sayang, saya punya kehidupan sendiri..memiliki cerita dengan
kawan saya sendiri.
Tapi Ade adalah teman yang terbilang kawan, teman jalan
pulang dll..
Saya ingat perjalanan pulang kami dari sekolah, selalu
bercerita tentang sahabat Sdnya, bercerita tentang BBF (drama korea) HAHHA :)
Saya juga ingat wajah ia yang sering mengeluarkan air mata
tanpa sebab, seolah airmata seperti orang menangis yang meski ia sebenarnya tak
sedang menangis, air mata yang jatuh dengan sendirinya dan setiap air mata yang
ia keluarkan itu begitu deras sampai sampai berhasil membuat bajunya basah..
Saya ingat, tingkah lakunya..
Saya ingat ia mengembalikan al-qur’an kekelas ku dengan
penuh linangan air mata yang cukup berhasil membuat jilbabnya begitu lembab
bahkan basah, ia menghampri saya dengan menutupi wajahnya yang hampir juga
tertutup linangan airmatanya.
Hahaha mungkin lucu kalau dia masih ada, mendengar cerita
tentangnya.. seperti apa dia sekarang? :)
Mungkin dia masih tergila-gila tentang koreanya? :)
Kalau saja dia tau saya menulis tentangnya saat ini :)
Saya rasa dia tau, saya saat ini menulis tentangnya..
Ade, saya ingat perjalanan saya yang sering menemaninya
harus makan dulu seusai pulang sekolah, saya ingat ketika itu bulan ramadhan,
dan entah mengapa saya begitu rela menunggunya untuk memesan makanan bakso di
pasar sedang saya dan yeyen setia menunggunya diluar.
Begitu terus hampir setiap hari dia harus minum, tanpa
puasa.
Saya tak pernah banyak tanya tentangnya, apa alasanya dan
apa maksudnya. Saya tak pernah marah, entahlah :|
Saya juga ingat J
kami sering membeli somay cumi-cumi didepan taqwa :)
Saya juga ingat ketika ia menemani saya membeli tas jinjing
dipasar cindrawasih, karna tas jinjing kuning saya sudah mulai rusak.
Saya ingat, dia membeli tas berwarna merah dan saya berwarna
biru.
Saya ingat, ketika saya,yeyen,dan ade pulang bersama.
Ketika itu langkah kami tiba-tiba terhenti didepan kantor
post, saya ingat dia menghentikan langkahnya nya lalu.. “aduh..tanganku gak
bisa gerak, ini cincinya sakit...” keluh ade kekita, waktu itu saya melihat
jari manisnya ternyata mulai agak membengkak,menyempit-kan longgar cincin
miliknya, jari manisnya agak menurun (gak sejajar) dengan jari lainnya, dan itu
memang bener-bener gak bisa dia gerakin.
Dihari yang berbeda, saya ingat ini adalah hari sabtu.
Dia punya dua ekskul seni music dan paskibraka, dia memang
begitu gemar tentang paskib.
Tapi andai dia tau, bahkan mungkin cerita ini juga ia tak
pernah tau sampai sekarang.
Pagi itu masih pagi, ade juga gak ada. Saya ingat,
temen-teman nya menceritakan tentang hal-hal aneh prilaku nya,tentang ia yang
memindahkn bangkunya dengan orang lain karna laporan ayahnya, mereka
menceritakan ade itu ini itu..saya Cuma diam, saya tak banyak bicara kepada
mereka, tapi saya ingat pertannyaan yang keluar dari mulut say kepada mereka
“kenapa ade sering seperti orang yang sedang menangs?” mereka bukanya menjawab,
malah melanjutkan pertanyaan saya dan terus bercerita tentang ini dan itu..
hehehem.
Saya memang hari-hari sebelumnya, saat saya sedang berjalan
pulang bersamanya kami sempat bercerita tentang hal mengapa ia memutuskan
pindah bangku dengan orang lain.
Saya ingat, dia bilang ayahnya yang datang kesekolah untuk
membicarakan itu pada walikelas nya.
Dia bilang, dia tak bisa memikirkan banyak hal.
Sampai pada suatu ketika, ia mengajak saya mengumpulkan
lapran catatan buku kegiatan Ramadhan, hari itu adalah tepat hari terakhir kami
bersekolah sampai nanti usai seminggu lebaran idul fitri barulah kami masuk.
Saya ingat bagaimana dia memaksa saya untuk menemui guru
agama dikantor, didepan tiang bendera ia menari baju lengan saya, tapi saya
menolak permintaanya. Saya mengatakan untuk mengumpulkan bukunya pada saat usai
libur saja, supaya bersama saya..
Ia mengiyakan perkataan saya, dan andai saya tau ternyata
itu adalah hari terakhir saya mendengar rengekan nya memaksa saya untuk
menemeninya.. andai saja saya tau, pasti saya tidak akan melakukan semua itu
pada saat itu.
Saya baru tau tentang penyakitnya, setelah ia beberapa hari
rawat inap dirumah sakit.
Dan penyakitnya, membuat saya tau akan semua pertannyaan
yang datang sirna dibenak saya selama ini, kenapa ia sering tiba-tiba keram.
Saya jadi tahu kenapa ia tak pernah puasa, saya jadi tahu mengapa ia selalu
mengkonsumi anggur setiap harinya, kenapa ayahnya begitu rela mendatangi wali
kelasnya hanya demi untuk memindahkan bangku anaknya..
Malam itu adalah H+4 lebaran, malam itu saya dan mama saya
merencanakan untuk menjenguk Ade dirumah sakit, berencana harus membawa
apa,harus berangkat jam berapa..
Dan harus di tau, malam itu jam didinding sudah menunujukan
pukul 10malam, mata saya sudah mulai mengantuk. Sebelum tertidur, yang biasanya
saya hanya berda untuk saya sendiri, kali itu saya berdoa demi kesehatan Ade,
entah mengapa da saya begitu...tulus benar benar tulus dan serius, saya sempat
berdzikir karna memang ini juga kebiasaan saya sebelum tidur, tapi kali itu
dzikir dan surat pendek yang saya ucapkan untuknya bukan sekedar untuk saya..
Esok paginya, saya dibangunkan sekitar pukul lima, oleh mama
saya..
Belum terlalu sadar,ibu saya mengatakan bahwa ade sudahlah
tak ada, saya masih tak terlalu sadar.. tapi beberapa saat kemudian saya mulai
sadar, saya tak sedih ketika itu yang saya ingat saya begitu lemas mendengar
semuannya, bagaimana tidak saya sudah merencanakan akan menjenguknya hari itu,
bagaimana saya tidak lemas saya baru saja semalam membacakan da untuknya, untuk
pertama kalinya..bagaimana saya tidak lemas..saya harus mengingat semua
tentangnya..semuanya! iya semuanya...
Dirumahnya, saya bertemu
ibunya..menangis..menangis..terus..menangis, ia sempat memeluk saya, meminta
maaf tentang Ade.. saya Cuma bisa berjalan bisu tanpa suara, saya melihatnya
terbujur kaku,kaku sekali. Wajahnya pucat, bibirnya membiru kering.
Saya membisikan kata maaf dan memberi maaf ditelingannya
untuk yang terakhir kalinya..
Kamu tau bagaimana anak yang tak pernah melihat dan
merasakan arti kehilangan yang benar-benar hilang, ini bukan hilang tentang
kepergian yang masih bisa kita lihat sosoknya. Ini hilang yang sudah tak
mungkin bisa saya lihat wajahnya, ini tentang alam yang berbeda.
Dan kau tau, saya tak melakukan apapun untuknya, saya tak
memenuhi permintaanya dihari terakhir sekolah,saya hanya bisa diam
dihadapannya, dan kau juga akan tau ketika kau dihadapkan tentang perpisahan
dihadapanmu kau tak akan banyak berfikir tentang masalalu mu dengannya ketika
itu. Kau hanya bisa menatapnya kosong..melihat semua sekitarmu yang mengis,saya
melihat sahabat-sahabt yang ia ceritakan..hadir disana, ada yang melamun kosong
ada pula yang terus menitihkan air mata...
Ketika kau pulang, kau Cuma bisa diam..
Dan ketika kau mulai mencoba untuk tidur, kau mulai
memikirkannya..mengingatnya, bahkan disaat awal-awal sekali...
Sejak kepergiannya saya mulai menghitung hari demi hari
kepergiannya, ini benar saya menghitungnya berharap 40hari itu berlalu
meninggalkannya, selama itu saya jadi tahu ia pergi di hari H+5 lebaran idul
fitri, saya sering sakit memikirkan ini.. sejak kepergiannya saya jadi sering
melamun sendiri dikelas,mengingatnya,jujur saya pernah sempat takut tentang
sakitnya.. karna memikir kan tentang ini juga membuat saya sakit, tak bisa
tidur.. saya ingat bagaimana tengah malam saya tak tidur,papa dan mama saya
yang menemani saya semalaman,memakaikan saya kas kaki, tengah malam itu terasa
takut untuk saya lalui sendiri, saya bukan takut tentang sosoknya tapi tentang
semua hal tentangnya membuat saya tak pernah bisa lupa. Saya hampir satu bulan
antar jemput, padahal sbelumnya saya terbiasa naik angkutan umum. Tapi karna
saya jadi sering sakit, saya jadi tiba-tiba anak manja.
Tulisan ini bener gak ada yang dilebihkan atau dikurangi,
ini bener.. bahkan saya bisa ingat waktu-waktu nya juga ini benar, karna tak
bisa mengingat hal-hal tertentu. Ini misalnya..
Bahkan untuk benar-benar lupa tentangnya barulah sekitar
setengah tahun ini, biasannya pasti saya ingat h+5 itu...
Sudahlah sekarang sudah berlalu,itu sudah hampir tiga tahun
yang lalu..
Saya tahu kamu ada ditempat yang terbaik :)
perpisahan itu sama seperti maling, tiba-tiba dia mengendap-endap masuk lalu mengagetkanmu dengan sesuatu yang disebut kehilangan-@teenlovefeel

0 comments:
Post a Comment