Friday, 12 April 2013

About you buddy


hari ini itu hari yang cukup nyebelin buat saya, marlinda yang nyuikin tanpa sebab.. gak bener-bener nyuekin sih, karna ketika saya tanya dia ngejawab.. tapi karna saya ituuuuuu pekaaaaa banget.....sama sekitar, jadi yaaaaaaa...semua berhasil dengan suasana gak nyaman.ih!

jadi begini, disetiap jalan pulang saya jadi kepikiran #EhEnggakBaruMulaiKemarenSihMikirinnya sama celotehan becandaan marlinda yang ngelidekin sembarangan..ngeledekin tentang yang namanya kematian. Ih serem -,- yah memang itu anak -__-

kemaren dijalan pulang gue berfikir sedikit.
Kalau semua tentang kematian itu bukanlah cerita horor. gak harus ditakuti, untuk apa takut. Dia Cuma berpindah tempat. Kalau kita mencintai hidup kita, gak ada yang perlu ditakuti. Memang kalimat-kalimat ini meyeramkan, tapi ini Cuma kalimat.gak lebih.

Saya jadi mikir, tentang perpisahan yang lebih absurd dari sebuah permusuhan.
Semua yang sudah terpisah karna perbedaan alam, bakal ngebuat orang yang ditinggalkan flashback, menyesal atau bahkan terluka. Setidaknya saya merasa kehilangan dan menyesal ketika saya ditinggalkan teman saya dikelas satu dulu. Dia pergi karna sakit yang dideritannya.

Saya agak sempat berfikir, kalau memang kita benar-benar pergi. Saya ingin tau siapa yang benar-benar merasa kehilangan saya, dan saya akan tau mana yang real itu.

Baik cukup, kalimat seperti itu sudah cukup mengerikan kalau untuk dibahas terlalu lama.
Tapi saya tidak akan benar-benar meininggalkan cerita tentang ini, karna saya akan bercerita tentang cerita teman masalalu saya, tentang kawan lama saya yang sekarang sudahlah damai disisi-NYA..amin O:)

***
Namanya Ade, nama lengkapnya saya uda lupa sekarang.. mungkin karna seiring berlalunya waktu, saya uda jarang mikirinya bahkan tentang dirinya sudah hampir tak pernah singgah diotak saya, terlalu banyak hal yang difikirkan mungkin itu juga faktor lainya yang membuat saya beberapa akihirtahun ini lupa tentangnya..

Pada hari kedua Mos disekolah SMP yang sekarang saya duduki ini, saya bertemu dengannya.. setelah hampir enam tahun tak pernah melihat dan bertegur sapa, dan tiba-tiba tak sadar saya melihatnya kembali, menghampiri saya dengan senyuman yang masih saya ingat hingga saat ini, senyuman sapa lama, saya masih ingat betul bagaimana ekspresinya, ketika itu ia sedang memegang sapu ijuk ditangannya..hahaha karna ini saya kembali teringat tentangnya, dan menulis tentangnya..setidaknya saya menulis tentang kisahnya yang saya tau dahulu, meski tak lama kami berteman tapi sepertinya 3bulan itu saya bisa ingat semua tentangnya..

Waktu berlalu, dan kami pun resmi bersekolah di SMP ini SMP N 3 KOMET.
Sayang, saya punya kehidupan sendiri..memiliki cerita dengan kawan saya sendiri.
Tapi Ade adalah teman yang terbilang kawan, teman jalan pulang dll..

Saya ingat perjalanan pulang kami dari sekolah, selalu bercerita tentang sahabat Sdnya, bercerita tentang BBF (drama korea) HAHHA :)

Saya juga ingat wajah ia yang sering mengeluarkan air mata tanpa sebab, seolah airmata seperti orang menangis yang meski ia sebenarnya tak sedang menangis, air mata yang jatuh dengan sendirinya dan setiap air mata yang ia keluarkan itu begitu deras sampai sampai berhasil membuat bajunya basah..
Saya ingat, tingkah lakunya..
Saya ingat ia mengembalikan al-qur’an kekelas ku dengan penuh linangan air mata yang cukup berhasil membuat jilbabnya begitu lembab bahkan basah, ia menghampri saya dengan menutupi wajahnya yang hampir juga tertutup linangan airmatanya.

Hahaha mungkin lucu kalau dia masih ada, mendengar cerita tentangnya.. seperti apa dia sekarang? :)
Mungkin dia masih tergila-gila tentang koreanya? :)

Kalau saja dia tau saya menulis tentangnya saat ini :)
Saya rasa dia tau, saya saat ini menulis tentangnya..
Ade, saya ingat perjalanan saya yang sering menemaninya harus makan dulu seusai pulang sekolah, saya ingat ketika itu bulan ramadhan, dan entah mengapa saya begitu rela menunggunya untuk memesan makanan bakso di pasar sedang saya dan yeyen setia menunggunya diluar.
Begitu terus hampir setiap hari dia harus minum, tanpa puasa.
Saya tak pernah banyak tanya tentangnya, apa alasanya dan apa maksudnya. Saya tak pernah marah, entahlah :|

Saya juga ingat J kami sering membeli somay cumi-cumi didepan taqwa :)
Saya juga ingat ketika ia menemani saya membeli tas jinjing dipasar cindrawasih, karna tas jinjing kuning saya sudah mulai rusak.
Saya ingat, dia membeli tas berwarna merah dan saya berwarna biru.

Saya ingat, ketika saya,yeyen,dan ade pulang bersama.
Ketika itu langkah kami tiba-tiba terhenti didepan kantor post, saya ingat dia menghentikan langkahnya nya lalu.. “aduh..tanganku gak bisa gerak, ini cincinya sakit...” keluh ade kekita, waktu itu saya melihat jari manisnya ternyata mulai agak membengkak,menyempit-kan longgar cincin miliknya, jari manisnya agak menurun (gak sejajar) dengan jari lainnya, dan itu memang bener-bener gak bisa dia gerakin.

Dihari yang berbeda, saya ingat ini adalah hari sabtu.
Dia punya dua ekskul seni music dan paskibraka, dia memang begitu gemar tentang paskib.
Tapi andai dia tau, bahkan mungkin cerita ini juga ia tak pernah tau sampai sekarang.
Pagi itu masih pagi, ade juga gak ada. Saya ingat, temen-teman nya menceritakan tentang hal-hal aneh prilaku nya,tentang ia yang memindahkn bangkunya dengan orang lain karna laporan ayahnya, mereka menceritakan ade itu ini itu..saya Cuma diam, saya tak banyak bicara kepada mereka, tapi saya ingat pertannyaan yang keluar dari mulut say kepada mereka “kenapa ade sering seperti orang yang sedang menangs?” mereka bukanya menjawab, malah melanjutkan pertanyaan saya dan terus bercerita tentang ini dan itu.. hehehem.

Saya memang hari-hari sebelumnya, saat saya sedang berjalan pulang bersamanya kami sempat bercerita tentang hal mengapa ia memutuskan pindah bangku dengan orang lain.
Saya ingat, dia bilang ayahnya yang datang kesekolah untuk membicarakan itu pada walikelas nya.
Dia bilang, dia tak bisa memikirkan banyak hal.

Sampai pada suatu ketika, ia mengajak saya mengumpulkan lapran catatan buku kegiatan Ramadhan, hari itu adalah tepat hari terakhir kami bersekolah sampai nanti usai seminggu lebaran idul fitri barulah kami masuk.
Saya ingat bagaimana dia memaksa saya untuk menemui guru agama dikantor, didepan tiang bendera ia menari baju lengan saya, tapi saya menolak permintaanya. Saya mengatakan untuk mengumpulkan bukunya pada saat usai libur saja, supaya bersama saya..
Ia mengiyakan perkataan saya, dan andai saya tau ternyata itu adalah hari terakhir saya mendengar rengekan nya memaksa saya untuk menemeninya.. andai saja saya tau, pasti saya tidak akan melakukan semua itu pada saat itu.

Saya baru tau tentang penyakitnya, setelah ia beberapa hari rawat inap dirumah sakit.
Dan penyakitnya, membuat saya tau akan semua pertannyaan yang datang sirna dibenak saya selama ini, kenapa ia sering tiba-tiba keram. Saya jadi tahu kenapa ia tak pernah puasa, saya jadi tahu mengapa ia selalu mengkonsumi anggur setiap harinya, kenapa ayahnya begitu rela mendatangi wali kelasnya hanya demi untuk memindahkan bangku anaknya..

Malam itu adalah H+4 lebaran, malam itu saya dan mama saya merencanakan untuk menjenguk Ade dirumah sakit, berencana harus membawa apa,harus berangkat jam berapa..
Dan harus di tau, malam itu jam didinding sudah menunujukan pukul 10malam, mata saya sudah mulai mengantuk. Sebelum tertidur, yang biasanya saya hanya berda untuk saya sendiri, kali itu saya berdoa demi kesehatan Ade, entah mengapa da saya begitu...tulus benar benar tulus dan serius, saya sempat berdzikir karna memang ini juga kebiasaan saya sebelum tidur, tapi kali itu dzikir dan surat pendek yang saya ucapkan untuknya bukan sekedar untuk saya..

Esok paginya, saya dibangunkan sekitar pukul lima, oleh mama saya..
Belum terlalu sadar,ibu saya mengatakan bahwa ade sudahlah tak ada, saya masih tak terlalu sadar.. tapi beberapa saat kemudian saya mulai sadar, saya tak sedih ketika itu yang saya ingat saya begitu lemas mendengar semuannya, bagaimana tidak saya sudah merencanakan akan menjenguknya hari itu, bagaimana saya tidak lemas saya baru saja semalam membacakan da untuknya, untuk pertama kalinya..bagaimana saya tidak lemas..saya harus mengingat semua tentangnya..semuanya! iya semuanya...

Dirumahnya, saya bertemu ibunya..menangis..menangis..terus..menangis, ia sempat memeluk saya, meminta maaf tentang Ade.. saya Cuma bisa berjalan bisu tanpa suara, saya melihatnya terbujur kaku,kaku sekali. Wajahnya pucat, bibirnya membiru kering.
Saya membisikan kata maaf dan memberi maaf ditelingannya untuk yang terakhir kalinya..

Kamu tau bagaimana anak yang tak pernah melihat dan merasakan arti kehilangan yang benar-benar hilang, ini bukan hilang tentang kepergian yang masih bisa kita lihat sosoknya. Ini hilang yang sudah tak mungkin bisa saya lihat wajahnya, ini tentang alam yang berbeda.

Dan kau tau, saya tak melakukan apapun untuknya, saya tak memenuhi permintaanya dihari terakhir sekolah,saya hanya bisa diam dihadapannya, dan kau juga akan tau ketika kau dihadapkan tentang perpisahan dihadapanmu kau tak akan banyak berfikir tentang masalalu mu dengannya ketika itu. Kau hanya bisa menatapnya kosong..melihat semua sekitarmu yang mengis,saya melihat sahabat-sahabt yang ia ceritakan..hadir disana, ada yang melamun kosong ada pula yang terus menitihkan air mata...

Ketika kau pulang, kau Cuma bisa diam..
Dan ketika kau mulai mencoba untuk tidur, kau mulai memikirkannya..mengingatnya, bahkan disaat awal-awal sekali...

Sejak kepergiannya saya mulai menghitung hari demi hari kepergiannya, ini benar saya menghitungnya berharap 40hari itu berlalu meninggalkannya, selama itu saya jadi tahu ia pergi di hari H+5 lebaran idul fitri, saya sering sakit memikirkan ini.. sejak kepergiannya saya jadi sering melamun sendiri dikelas,mengingatnya,jujur saya pernah sempat takut tentang sakitnya.. karna memikir kan tentang ini juga membuat saya sakit, tak bisa tidur.. saya ingat bagaimana tengah malam saya tak tidur,papa dan mama saya yang menemani saya semalaman,memakaikan saya kas kaki, tengah malam itu terasa takut untuk saya lalui sendiri, saya bukan takut tentang sosoknya tapi tentang semua hal tentangnya membuat saya tak pernah bisa lupa. Saya hampir satu bulan antar jemput, padahal sbelumnya saya terbiasa naik angkutan umum. Tapi karna saya jadi sering sakit, saya jadi tiba-tiba anak manja.

Tulisan ini bener gak ada yang dilebihkan atau dikurangi, ini bener.. bahkan saya bisa ingat waktu-waktu nya juga ini benar, karna tak bisa mengingat hal-hal tertentu. Ini misalnya..

Bahkan untuk benar-benar lupa tentangnya barulah sekitar setengah tahun ini, biasannya pasti saya ingat h+5 itu...

Sudahlah sekarang sudah berlalu,itu sudah hampir tiga tahun yang lalu..
Saya tahu kamu ada ditempat yang terbaik :)

perpisahan itu sama seperti maling, tiba-tiba dia mengendap-endap masuk lalu mengagetkanmu dengan sesuatu yang disebut kehilangan-@teenlovefeel

0 comments:

Post a Comment