Sunday, 23 March 2014

Hujan dan bintang






Stratus tak lagi menampakan wujudnya..
Dan cirrus sudah lama pergi meninggalkan langit.. yang tertinggal hanya hati dan awan awan nimbus yang terus memeluk.
Awan pembentuk hujan yang selalu aku nanti.

Siapa yang tak suka hujan?
Aku pecinta hujan juga langit malam yang memekik ditengah gelap.
Dingin yang menujami tulang terasa lebih hangat untuk ku, daripada mendengar hasrat yang menggigiti epidermis diatas kulit ari.
Memberi bekas kissmark yang memanas, bukan mengahangat.

Bukan itu yang ingin aku bicarakan, aku hanya akan menulis tentang langit dan apa yang aku cinta.
Bukan hanya hujan yang aku puja, tapi juga bintang.
Sirius, conopus,vega,capella,procyon, arcturus. Adalah bintang bintang yang paling terang di galaksi bima sakti.
Canis Major adalah rasi bintang dimana Sirius berada. Ya aku lebih cinta Sirius.
8,6 tahun cahaya, jelas wajar kenapa aku mencintai nya, magnitude yang Ia pancarkan adalah sebab kenapa bintang ini bisa dilihat dengan mata telanjang.
Aku mencintai nya, rasi bintang yang tentu bisa selalu kau lihat ditiap malam yang cerah.

Bintang.
Bintang adalah cahaya cantik yang akan tetap selalu terang menembus bumi, memacah gelap dengan kepuitisan ditengah malam, bahkan setelah Ia mati, Ia akan tetap bercahaya.
Aku ingin jadi bintang, aku ingin aku bisa jadi yang tetap kau lihat bahkan setelah aku mati.

Hujan dan bintang.
Hujan dan bintang adalah dua hal yang tak pernah mengarungi langit bersama, tapi aku tau bahwa bintang dan hujan adalah dua perihal yang berasal dari satu tempat, yaitu langit.



0 comments:

Post a Comment