Thursday, 25 June 2015

Kamu tau hal apa yang paling memilukan selain kehilangan?


kamu tau apa hal yang paling memilukan  selain kehilangan ?
Dipermainkan.

kamu jelas tidak tidak tau, rasa nya hati yang di obrak-abrik dikacau balaukan oleh orang yang tak ada seberapa nya.
Aku dulu baik baik saja sebelum mengenal mu, setidak-nya aku dulu cukup baik untuk tak merasakan rasa sakit juga bahagia oleh sebab orang yang sama.
Cukup baik untuk tidak merasakan perasaan senang, gundah juga terluka dikemudi oleh satu sebab.

Aku lelah.

Seharus nya takdir tak boleh temukan kita,
seharus nya takdir tak ijin kan aku mengenal mu. Seharus nya, seharus nya begitu.
karna sungguh, seharus nya aku tak boleh jatuh oleh sebab rasa yang seharus nya tak boleh aku miliki.
Ini mungkin bukan takdir, melainkan  nasib yang alur nya aku buat sendiri.
Aku terluka oleh permainan yang akulakoni peranan nya.
konyol, sial adalah kecandu memperdulikan mu, sampai aku tak sadar kalau aku sudah tenggelam dalam hidup mu.
Sial nya aku baru sadar kalau kepribadian mu memang begini.
seharus nya aku cukup mengerti untuk tak boleh salah paham.

Sudah jauh langkah ku, aku sudah tak kuasa untuk putar arah.
Rasa sakit dan cinta saja sudah jadi kesatuan yang tak bisa aku bedakan, mana cinta mana logika.
Kebodohan yang selalu terulang adalah menunggu dan menerima semua tingkah bejat mu dengan lapang dada.
Telinga ku sudah ditulikan hingga semua kata orang bukan lagi peduli yang harus aku dengarkan.
dia pembual dan sudahlah kau harus berhenti dan pergi.
 Aku tutup rapat mata telinga ku sayang,
kecintaan ku yang buat ku bebal oleh semua saran yang bertentangan pada mau ku.
Heran-nya aku adalah tetap mempertahankan-mu saat aku tau semua tingkah bejat mu.
Tapi jelas, jelas sekali alasan utama-nya adalah aku masih menginginkan mu untuk tetap tinggal.
Alasan lain adalah aku takut kata-kata 

"Kamu bukan siapa-ku, kamu tak berhak mengatur-ku" 

Melucut keluar dari dalam mulut-mu, aku terlalu takut untuk kehilangan mu 2 kali.
Entah tiap kali aku dibuat-mu terluka, tiap kali itu aku ingin menjerit dihadapan mu,
aku ingin mencaci maki mu, mengatakan bahwa kau pasti menyesal, menyakiti ku saat ini jika kau tau bahwa tak kan kau temui wanita yang lebih tulus dari ku, tak ada wanita yang lebih murni menyayangi-mu selain aku setelah Ibu-mu.

Bagaimana ini ya, ada 2 rasa yang tak bisa aku uraikan,
ada dua hal dimana rasa ini aku ingin melepas-mu tapi tak cukup baik jika kau meninggal-kan ku kelak.
Cerita ini sudah memuak-kan, memabukan sampai memainkan-nya aku sudah tak sanggup.
Sudah ratusan keteguhan yang aku langgar hanya karna aku ragu untuk tetap bertahan atau benar benar pergi.

Rupanya, mencintai saja tidak cukup, rupa-nya cinta itu perlu berbalas agar tak saling melukai dan terlukai.
Aku rasa aku ingin mengulangi semua,
mengulangi hari dimana aku pertama kali bertemu dengan-mu lalu mengubah nasib-ku ; lagi.


Ternyata bukan aku yang dipermainkan, tetapi aku yang menjabak diri dalam permainan ku sendiri.

6 comments:

  1. Ketika tjinta telah menjadi candu -_-
    Salam kenal :)

    ReplyDelete
  2. Harusnya takdir tak pertemukan kita, tak ijin kan aku mengenal mu. Seharusnya ya.. seharusnya :")

    ReplyDelete
  3. "Seharus nya takdir tak boleh temukan kita", tuhan memepertemukan kita dengan orang yang salah terlebih dahulu sebelum mempertemukan kita kepada orang yg benar menjadi takdir kita,

    nice post guys, pengalaman pribadi gue banget haha
    salam kenal :)

    http://litarachman.blogspot.com/

    ReplyDelete
  4. Ditolak gebetan lebih menyakitkan

    ReplyDelete