Tuan, aku butuh kau
kaki ku rasa nya patah
Lelah ku mulai serakah
Tuan, aku butuh kau
Kepercayaan ku merapuh,
Asa ku tercecer diatas lantai
Semangat ku ber-arang, butuh api untuk berkobar
Ada badai yang tak sanggup aku tebas barang sendiri, tuan
Ada luka disana sini, ngilu ini sudah cukup berdarah darah
Aku tak tahan lagi
Tuan, aku butuh kau
Matikan segala resah yang memenjara
Sekalipun balada bergegas lari
tapi bekas nya berpayah payah
Tuan, aku butuh kau
Kala harap ku meredam dan duka ku
menajam,
Aku butuh kau
Tuan,
Serapah ku terperanjat pada semesta, tak akan membiarkan
gelap ini berlama lama
Ini janji ku tuan, aku kuat
berdikari
Tapi tuan, aku butuh kau
Berjalan disini, aku pilu
jika sendiri
Tuan
Aku tak pernah berpangku pada
nasib
Tunggulah sebentar, mimpi ku tak
serumit pola rubik tak pula sesederhana pemikiran mu tuan
Tunggu aku tuan, suka itu kini
sedang berjalan kearah ku
Aku hanya butuh waktu untuk menyambutnya
Tuan, aku butuh kau
Aku tak akan membiarkan kau hilang
karna kecewa
Sesal ku jika kau begitu
Percayalah, ada bahagia yang
sedang Tuhan rajut
Tuan
Kala fajar tiba, aku harap
kau enggan beranjak
Tetap lah ditempat nya, karna luka
yang disembuhkan
Tak bisa dibayar murah


0 comments:
Post a Comment