Saturday, 10 February 2018

Bukan golongan Young Dumb & Broke.


Kalau sukses bukan pencapain,lantas untuk apa kita disini?
Untuk apa kau kenakan almamater mu?
untuk apa kau kejar nilai mata kuliah supaya lolos?
Untuk apa sengaja kau sempatkan bangun tengah malam membuka buku sebelum ujian?
Untuk apa masih kau bentangkan sejadah mu  memohon ini dan itu disujudmu?
Untuk apa juga masih kau bangunkan mimpi mu?

Kalau sukses bukan pencapain, lantas untuk apa masih rela keluarkan uang untuk sekolah?
Kalau sukses bukan tujuan, lantas untuk apa aku disini.

Aku tidak anti dengan realitas tangga mimpi lewat dua faktor; uang dan koneksi. tapi buat ku hal utama adalah membangun modal utama nya, isi dulu kepala, dan juga jaga kesehatan fisik.
(Ini diluar yakin dan doa ya)

Aku naif kalau sukses 100% hanya modal isi kepala tanpa embel dompet tebal dan koneksi. Aku juga sadar masih ada yang murni, walau cuma sedikit.
Aku tau dari dulu mengenai tangga sukses dengan modal dua faktor ini. Sudah biasa dengar bandrolan harga nya juga dari ibu bapak dan teman teman sekilas ditiap kali tes, semuanya sudah jadi obrolan biasa apalagi untuk anak yang tak punya siapa siapa selain dirinya dan Tuhan yang menolongnya, yang tak jarang kaget untuk sepersekian detik dengar harga dan cara nya lalu mengangguk mengerti bahwasannya itu wajar saja.

Aku tidak mau buta, tidak mau naif urusan itu, aku tidak peduli kalau yang lain sedang berupaya pakai cara modal dompet, karena tugas ku kemarin,sekarang,dan seterusnya itu cari Ilmu biar tidak buta biar mengerti dunia, biar kalau ada soal itu paham jawabannya bukan ingat jawaban nya. Aku juga tidak iri dengan mereka yang isi asal saja tak usah pakai bismillah bahkan, karena tau uang orangtua nya banyak, dan pengawas adalah rekan rekan.

Menurut ku mereka yang iri dengan mereka yang tidak jujur adalah karena mereka tidak kuasa untuk pakai cara yang sama, mereka juga tidak yakin dengan usaha nya. Aku tidak begitu, tapi ngedumel setelahnya;sedikit.😂 tapi percaya deh rasanya berhasil kerena kerja sendiri itu luar biasa senangnya. Aku masih ingat rasa nya seperti itu dan semoga akan selalu aku temui perasaan seperti itu sampai nanti,nanti, seterusnya dan selamanya. Aamiin.

Aku, kamu, atau sebagian kalian tau kadang isi kepala tidak cukup,kalau tak disambut dengan koneksi dan juga uang.
Tapi kalau tidak dimodali dengan isi kepala juga ya percuma kan. Pondasi awal saja diruntuhkan gimana selanjutnya.

Kalau mau cari anak yang lebih pintar, lebih berada, punya banyak koneksi pasti banyak diluar sana yang lebih dariku.
Aku mungkin bisa kalah karena ketiganya, tapi mereka juga bisa kalah dengan satu modal ku, 'yakin dan doa' mereka itu satu bukan dua karena yakin itu diperkuat dengan doa. Modal terkuat ku adalah saat aku yakin aku bisa, aku yakin dengan kemampuanku, dan aku percaya saat itu Allah sedang menolong ku lewat doa ku, lalu aku menang karena Nya entah bagaimana cara nya, bisa saja dengan menguatkan ku dengan ketiga faktor nya atau dengan cara yang lainnya.

Terserah,terserah kalian mau pakai cara apa, semua orang punya cara nya masing masing untuk menggapai mimpinya, aku tidak peduli, itu urusan mu. asal kursi ku tetap jadi milikku it's ok.

Saat yang lain bilang tidak mungkin, yang aku butuhkan hanyalah; aku tau aku percaya dengan diriku, aku yakin dengan apa yang aku upayakan, yang aku kerjakan, yang aku usaha kan. Karena kalau aku sudah yakin, aku sudah percaya, dengan upayaku sendiri,saat itulah hal hal ajaib muncul. 

Menurutku modal nya itu niat dulu, lalu yakin minta ke Allah doa biar di ridho-i, lalu jangan lupa isi kepala dan jaga kesehatan fisik mu, lalu tawakal lalu biar lah faktor yang lainnya mengikuti.
Yang penting yakin, yang penting percaya, yang penting doa. Modal lain biar menyusul termasuk faktor X !!! Bissmillah, semoga apa yang dicita citakan dikabulkan, secepat cepatnya Aamiin Wkwk


0 comments:

Post a Comment