Wednesday, 14 March 2018

Waktu

Pernah kita mengkosongakan waktu, bahkan ketika deretan ajakan lain datang bersamaan. Pernah kita royal pada yang lain, padahal sering menjadi yang pemikir to treat ourselves ketika sendiri.
Eh, bukan 'pernah kita' tetapi 'tak jarang kita..'

Menjadi ada untuk yang lain, belum tentu artinya menjadi yang sedang tidak punya kesibukan pada urusan lain, menjadi yang suka memberi pun belum tentu mengartikan bahwasannya sudah kaya pada materi. Tetapi melainkan artinya  meletakkan nya menjadi bagian yang penting yang harus diutamakan. Mereka nya aja yang tak perlu tau usaha apa yang uda kamu belaiin buat jalan bareng mereka.

Ada waktu semacam itu. Walau tidak selalu begitu disetiap waktu, karena ada waktu waktu dimana kamu perlu apa ada nya mengenai waktu dan isi kantong. Karena tulisan ini dibuat bukan untuk mengartikan bahwasannya ketika hal utama lain hadir diwaktu yang sama, bukan artinya kamu harus mengorbankan prioritas lain nya. Setiap orang harus saling memahami ‘waktu’ sunah dan wajib orang lain, kalau waktu ini datang secara bersamaan jangan menjadi berselisih karena nya, karena yang mengerti, paham tentang apa apa yang harus didahulukan tanpa saling memaksakan kehendak masing-masing.

Bukan pula artinya kamu palsu saat  memberikan waktu dan yang lain nya,karena ketika itu artinya kamu menghargai mereka, menempatkan pertemanan di atas yang lainnya. Jadi kalau ada yang sengaja datang di waktu kamu mencari kehadiran nya, setidaknya jadilah yang menghargai, karena pasti ada pilihan pilihan yang harus mereka tinggalkan demi meluangkan waktu karena kamu. Karena hidup ini gak pernah lepas sedetik pun dari yang nama nya pilihan.

Dua hal penting adalah menjadi loyal dan royal, karena gak semua orang mampu stay kayak gini.


-Tumblr. Masih Pindahan.

0 comments:

Post a Comment