Ada juga yang bilang kalau kita punya jam nya masing masing,jadi membandingkan kecepatan kita dengan orang lain adalah hal yang harus dikoreksi kembali.
Tapi, membesarkan hati untuk tidak membandingkan adalah hal yang juga tidak mudah..
Lalu bagaimana solusinya?
Menurut ceramah ustadz-ustadz di luar sana, kita harus sabar, harus mengembalikannya ke Allah.
Tapi, membesarkan hati untuk itu juga kadang enggak semudah itu juga.
Kadang keimanan juga suka naik turun.
Kalau iman sedang turun bagaimana?
Dan kadang memang demikian sulitnya mengatur perasaan.


0 comments:
Post a Comment