Tuesday, 12 March 2013

gara gara nungguin soal pkn kiki -_-


Oke oke gue come back, karena gue menunggu dan berharap datangnya soal pkn dari kiki yang tak kunjung hadir, akhirnya gue kembali disini sambil menantikan soal pkn ! -_- walau selisih tulisan gue hanya berjarak dua hari yang sebenernnya gue pengen banget anti mengetik di akun jejaring sosial beberapa minggu gitu atau bahkan bulanan gitu off itu ternyta, selalu mengalami gagal juga, karna ternyta alesan  Cuma satu hal yang dapat menghentikan gue jauh jauh dari medsos adalah pulsa itu sendiri, ohh sungguh tragis -__-
Ngomong ngomong tentang on dan off gue yang gak terlalu penting itu gue akan mengalihkan pembicaraan (numpang numpang, mas om numpang)
Hari ini, oh tidak tepatnya malam ini! oh gak gak lebih tepatnya beberapa kali atau yah dalam setahun sudah beberapa kali gue mencari tahu di mbah eyang kakung gue, yaitu si Google dengan key word “sahabat”.............emmmmmeyammm K gue mauk menulis ini, gue entah yah sebenernya punya atau kagak sih sahabat? Pertannyaan itu kadang suka muncul dibenak gue, dan kadang otak dan fikiran gue begitu labil dengan pernyataan yang bukan disebut pertannyaan itu #ceilehBahasaGue

Bukan apa yah, mereka bilang gue sahabat mereka. Tapi, herannya gue suka gak jawab ataupun membalas omngan mereka. Gue cuma bisa komen senyum doang.
Gue juga gak tau kenapa gue hanya bisa begitu, dan herannya mereka suka kesel kalo gue gak membalas dengan kata kata yang serupa, gue cuma bisa mengatakan hal yang sama, selalu begini bigitu saja balasan gue “ buat apa sih saya bilang kamu sahabat atau menyebut dia sahabat saya, toh nyatannya sahabat gak sesederhana yang kamu katakan, lihat sahabat banyak yang bubar karna terlalu gampangnnya menentukan sahabat yang belum tentu bisa dikatakan demikian”
Tapi malam ini dan kali ini, gue membaca salah satu blog di wordpress.. tulisan dia hampir bisa menjawab maksud dari entri entri gue yang pernah gue tulis dulu, misal contoh seperti kalimat diatas tadi yang selalu sering dan familiar gue tulis di blog ataupun ucapan. Dia bilang eh salah dia menulis, yang intinnya gue perjelas menjadi seperti ini -> “gak perlu gue bilang siapa lo, siapa sahabat gue, atau siapa temen gue karna lo tahu siapa diri lo” tep! Itu yang tepat, sekian lama gue nge-entri baru ketemu maksud penjelasan tulisan gue, kalo ada yang pernah baca tulisan gue yang “sahabat ?” pasti tahu lah.

Tapi itu dulu, dan karena tulisan di wordpress itu yang baru gue temukan sekarang itu. Eh ini ataupun itu. #sudahlah
Gue sekarang memutuskan begini, bersahabatlah dengan orang yang menganggap mu sahabat!
Karena sebaik baiknnya orang,dan secapek capeknya berlari pada ujungnnya selalu kembali pada putaran pertama. Jadi? Entahlah gue juga gak tauk maksudnnya, gue Cuma menulis supaya rada keren aja -__-

Gue mauk bertannya, apakah seseorang yang mengatakan tentang apakah ini itu tentang sahabat hanya dalam tulisan jejaring sosial adalah sahabat yang sebenarnnya?
Atau itu hanya sahabat “semu”. Dan “semu” itu kan berati maya dan “tidaklah jelas” ?
Jadi jawabannya adalah “Bukan”? begitukah?
Lalu bagaimana dengan tipikal tipikal seseorang yang hanya bisa berani mengatkan maksudnnya lewat tulisan? Apa mereka juga palsu? Lalu lalu, mungkin ia merasa agak ragu ragu tentang menganggap siapa dia? Pantaskah mengucapnnya sahabat, yang mungkin saja dirinnya tak dianggap sahabat oleh orang tersebut?
Dan lalu bagaimana dengan seseorang yang tak pernah bisa dekat dan jarang bercengkrama seperti teman teman lain yang kita miliki? Tapi sebetulnya selalu yang dianggap jauh itu adalah teman terbaiknya?
Emm, apakah yang ada disekeliling saya dan sekitar kita itu baru bisa diucap sahabat?

Karena terkadang posisi sahabat itu sendiri lebih sering tergantikan oleh teman disamping kita.
Teman yang disebelah atau didekat kita, terkadang lebih cepat tahu tentang kita. Dibandingkan dengan sahabat yang mungkin jarang bertemu atau tempat mereka lebih jauh dan sulit dijangkau jika hanya perlu untuk bercerita.

Jadi, jadi bagamana ini? Sungguh saya sudah sering mencari tahu apa makna sahabat yang sesungguhnnya itu, dan saya selalu menemukan jawaban yang begitu begitu saja, jawabannya tak selalu sama seperti anggapan ku, saya menganggap tulisan yang mereka tulis, yang mereka jelaskan sebagai apa itu sahabat, bagaimana itu sahabat,dan seperti apa ini dan supcupruputcuap@#$%^&*()$$##ahh....
“selalu ada, mengerti ini itu dan blah..blah..blah...” sungguh sungguh saya bosan dengan jawaban seperti itu itu saja, saya menggap tulisan mereka terlalu berlebihan terlalu dibuat buat, tak natural, karna saya berfikir tulisan mereka adalah awang awang mereka, impian kalimat yang diinginkan, seswatu yang tak dimiliki tapi dianggap ada, nah dan seswatu yang tak ada itu yang mereka anggap dan mereka tulis sabagai arti dari sahabat (kebalikannya) yah hampir sama seperti sistem pembuatan novel lah.

Atau memang begitu sahabat? Seperti yang dituliskan mereka kebannyakan itu? Tapi kenapa sulit sekali mencari tiikal tipikal seperti dalam tulisan mereka? Uhh #jatohinDagu

Oleh karena itu, saya lebih menyukai penjelasan tulisan sehari hari seseorang di dalam sebuah blog, yang kebutulan blognya adalah untuk milik pribadi bukan sebagai konsumsi publik yang bertujuan seperti sebagai “key word” dalam searching google.
Karena dari dalam blogger, dengan penulis, pencerita tentang sekelilingnnya itu lebih sering atau lebih banyak menciptakan hal yang lebih terlhat real dan natural.

Saya punya persepsi sendiri mengenai makna dan apa itu sahabat, yang tak sama seperti kalimat kalimat memuakkan dalam google.
Saya punya bahasa sendiri,menurut saya, yang sesuai dan sesederhana fikiran saya.

Saya berfikir, sahabat timbul dari hati bukan dari alasan lain.
Saya memutuskan dan memilih untuk bersahabat yang entah mengapa itu dikatakan oleh hati saya, mengatakan mereka yang terbaik lalu saya menunjuk nya sahabat. Lagi lagi, saya tak perlu mengatakannya kamu sahabat saya, karna menurut saya kita selalu tahu jawabannya yang kadang tanpa perlu berbicara. Karna yang terlalu sering berbicara nyata itu belum tentu senyata ucapannya.

Mereka bilang saya sahabatnnya, tapi mereka membenci saya ketika saya sedang unmood?
Mereka bilang saya sahabatnnya, tapi mereka tak pernah suka tujuan saya.
Mereka bilang saya sahabatnya, tapi selalu merendahkan angan dan impian saya.
Saya tahu, kamu teman saya. Bukan sahabat saya. Kamu salah menganggap apa sahabat dan apa itu teman. Kamu yang mengatakan demikian, karena kamu belum bisa memaknai maksudnya, belum paham dan belum terlalu mengerti arti tentang persahabatan itu sendiri #huftt
      Jadi tidaklah salah bukan, jika saya menganggapnya teman?
Saya mungkin bisa begitu dekat dengan teman teman saya, saya mungkin memiliki begitu banyak teman, tapi mereka belum tentu sahabat saya..

Teman menurut dan persepsi saya adalah, seseorang atau mereka yang hanya mungkin bisa menerima saya karena kelebihan saya, yang harus tanpa cacat, yang harus dituntut sesempurna mungkin, yang harus selalu terlihat ceria tanpa masalah dihadapan mereka. Well, mereka adalah tempat dimana adannya kebahagian, yang belum tentu bisa menerima saya disaat saya sedang tak selalu bisa menampilkan wajah yang good mood. Apakah mereka palsu? Kita punya jawaban masing masing.

Karena menurut saya, sahabat itu gak bisa saya definisi, gak bisa saya jabarkan dengan kalimat kalimat, karena semuannya memang bukan berasal dari teori teori yang bisa dijelaskan dengan jawaban yang pasti, karena semua jawaban untuk persahabatan itu sendiri adalah semua anggapan yang timbulnnya menurut pribadi masing masing. Pakai organ hati, tidak sepertinnya teori hati itu salah :/ jantung sepertinnya, karena saya rasa hati saya tak pernah bekerja untuk memilih atau menunjukan adanya feeling mengenai seswatu, jantung lebih aktif dan lebih peka terhadap rangsangan K

Oke baik baik, karena gue sudah terlalu banyak menulis. Gue mauk bikin kesimpulan aja!
Memang kita maunnya dimengerti, dan dipahami tanpa harus berbicara. #BiasaManusiaMemangBegitu -__- mungkin kita maunnya, tanpa harus ngomng kita maunnya dia sudah mengerti maksud kita.
Tapi terkadang kita perlu mengatakannya secara langsung dan memberitahunnya secara langsung “dia sahabat saya” supaya dia tahu siapa dia,posisi dia, tanpa harus mungkin ia menebak nebak tentang posisinya.

Dan endingnnya, saya punya teman terbaik itu.
Dia mengerti saya, saya bisa menjadi diri saya sendiri.
Diamana saya bisa merasakan kebebasan, yang mana tak perlu merasa canggung ataupun malu malu ketika saya bermain kerumahnnya, tanpa harus malu malu minta makan jika kelaparan, bersikap biasa saja ketika bertemu orang tuannya. Dan tak pernah memandang siapa dia, bagaimana latar belakangnnya, karena yang saya tahu saya bersahabat bukan memikirkan ini dan itu, saya bersahabat karena saya menganggapnya ia terbaik.
Jujur gue awal masuk menulis disini tanpa inspirasi, tanpa pendalaman cerita difikiran, awalnya iseng iseng nulis doang eh gara gara nulis pake musik jadi ikutan berkutat ini emosi nulisnnya. Oh iya satu lagi, pada akhirnnya sahabat akan terus terganti, oleh seswatu yang dekat. Teman baru misalnya, ditempat yang ia huni sebagai seswatu tempat yang ia tinggali sekarang, dimana itu adalah tempat ia lebih sering berjumpa dan bersama dengan orang yang sama(tapi bukan orang yang dulu) saling berbagi yang kemudian saling menemukan kecocokan satu dengan yang lainnya. #enaknyaPakeEmotApaYa K
Oh oh ternyata gue belum kelar mengakhiri tulisan ini karena masih ada yang masih pengen gue tulis.
Gue sudah mulai jenuh menulis tentang seswatu yang maya, teman dunia maya dan terakhir.. luna maya *loh -.-
Yang pasti menurut gue, maya itu semu belum pasti, dan gue juga belum terlalu kenal dunia yang terlalu penuh dramanya ini, karena dunia maya, saya hanya bisa menebaknnya hanya lewat sejemput bait bait kalimat tulisannya, dan didalam tulisan yang terketik itupun saya tak pernah tahu bagaimana cara ia menulisnnya, bagaimana ekspresinnya, bagaimana sesungguhnya perbandingan antara tulisan dan hal yang nyata nya.
“Tapi kan ada webcam, sekarang kan medsos uda canggih?”
Sama ajah, gue belom punya akun yang begitu, karena gue masih pengguna yang salah gaul.
Yang Cuma bisannya nulis, dan kadang  tulisannya suka kagak bener, dan gue Cuma bisa menulis satu jenis tulisan, serius. Itu jenis tulisan gue, yang gak pernah bisa nulis kocak dan selengek’an ._.




0 comments:

Post a Comment