*Part Of Friendship
sepeda ini sekarang uda kempes
Mungkin benar, bagian dari persahabatan itu sendiri adalah
sebuah perpisahan.
Persahabatan yang bodoh,aneh dan konyol.
Semua hal terbodoh sekalipun terasa begitu menyenangkan jika
semua yang melakukan dan menjalani nya adalah kita..
Saya tak menyebut persahabatan ini berakhir, tapi saya tak
menampik bahwa persahabatan ini memang tak ada atau bahkan title persahabatan
ini pun benar benar tak pernah ada. (?)
Tapi entah mengapa, saya begitu ingat kapan peristiwa aneh
persahabatan ini muncul.
Saya ingat kapan awal saya mulai mengenal nama nama kalian
sebagai nama teman terbaik yang saya miliki.
Meski tak tepat kapan, tapi kurang lebihnya saya
mengingatnya.
Saya ingat kapan kali keduannya kita bermain, setelah
adannya persahabatan yang konon kami bentuk itu.
Saya masih ingat, kali pertamanya saya membeli kue tart
untuk kawan terbaik yang saya sebut sahabat.
Saya ingat, harus berjalan berdua menembus rintik hujan demi
menyampaikan potongan kue yang baru saja dibeli itu.
Saya ingat untuk kali pertamannya saya mengumpulkan uang
jajan untuk membelikan sekotak kado untuk teman terbaik saya.
Untuk pertama kalinnya saya membungkus kado itu sendiri
tanpa minta bantuan Ibu saya.
Saya ingat kamar saya harus bertebar sampulan kado, yang
gagal terbungkus.
Saya ingat perjalanan kami melewati jalanan ber-aspal dengan
satu sepeda untuk bertiga, hanya demi menemaninya melihat seseorang yang ia
sukai.
Saya ingat raut wajah lelah mereka yang lesu karena
kelelahan menggoes ontelan sepeda.
Saya ingat perjalanan jauh dengan gesekan tepakan kaki dari
sekolah sampai Ganjar Asri demi mencari jualan martabak mini.
Saya ingat untuk pertama kalinnya memaksakan diri berfoto
bersama teman yang letaknnya itu ditengah pematang sawah.
Saya ingat ketika sepatu milik saya harus tercebur dalam
kubangan lumpur.
Saya ingat bagaimana terkejut dan paniknnya saya menyaksikan
kecelakaan itu sendiri, meski saya tak pernah melihat wajah saya sendiri, tapi
saya rasa itu merupakan penampilan wajah ter-aneh saya
Saya ingat sejak kapan saya mulai kecanduan menulis dalam
jejaring sosial.
Saya ingat untuk pertama kalinnya saya mendapat surat
perpisahan aneh dari teman saya.
Saya ingat bagaimana sulitnya memilih memutuskan bersama siapa kita harus bersahabat.
Saya ingat! Saya ingat semuannya.
Hampir setiap detailnnya.. jika ditannya, saya tahu jawaban
semuannya
Biar semuannya berlalu terhapus, tersimpan, teringat ataupun
terlupakan..
Itu hanya masalah logistic dari waktu.
Terimakasih pada waktu, yang mengenalkan arti teman, mengajarkan
dan memberikan saya pengalaman yang luar biasa bersama orang yang juga luar
biasa.
itu photo yang diatas dulunnya waktu entah awal jaman kapan saya nyolong itu photo, dulu anggotannya masih lengkap. nama photonnya itu saya kasih nama "we are best friend" tapi sekarang kayaknnya satu per satu uda pada kepisah jadi namannya diganti jadi "asdfgthnj"



0 comments:
Post a Comment