Saturday, 9 March 2013

cerpen -___-



Kalo uda ada yang pernah liat post-an gue yang judulnya “Post pertama cerita fiksi gue” ini adalah kelanjutan cerita tersebut, gue uda melakukan beberapa survey kepada tiga orang temen gue buat baca post-an cerpen gue eh cerbung gue itu, tapi hasilnya telah mengalami beberapa reaksi seperti dehidrasi di seperempatan cerita, pusing pusing dan yang terakhir berhasil masuk UKS sekolah, agak putus asa, tepi setelah gue pikir pikir..gak mungkin gue buat cerita gue berakhir menggantung gitu aja, jadi gue cetuskan cerita ini!! (Y)

Dzzztt dzzztt dzzzzt
(tiba tiba, suara getar handphone menghentikan bayangan malam itu)
*terdengar suara desah tangis dibalik angkat telphone itu*
         “tante kenapa tante?” (jawab miko)
*masih dengan balasan suara desah tangis*
“tante! Tante! Kenapa?!” (suara Miko mengeras)
“mik,mik, Melisa..” (balas mama Melisa)              
(dipotong suara miko)  “Melisa kenapa tante? Melisa kenapa?” ______ “Melisa uda gak ada mik” (jawab mama Melisa dengan tersedu sedu)

_____ didepan  batu nama peristirahatan Melisa, Miko mencoba  mengikhlaskan semuannya, mencoba menenangkan semuannya, meski ia sulit untuk tenang.

-Dua tahun berlalu-
Miko masih stuck pada semuannya.. Ia masih enggan menukar Melisa, Ia masih sering menge-chat Melisa diakun facebook, seolah menganggap wanita itu tak pernah pergi.
Karna Ia tahu, meski Melisa pergi tanpa pernah kembali.. “Ia akan selalu menitipkan hatinya untuk tetap selalu berada disisiku.. Melisa tak pergi, kami akan bertemu, meski itu bukanlah sekarang waktunnya” (tegas dihati laki laki itu)


Malam itu, Ia sendiri dibalik pintu kamarnya..
Ia mengingat kenangannya.. Tanpa sadar diatas meja lusuh tempat kamar tidurnnya itu, ia sudah menulis begitu banyak ratusan kata dan kalimat di atas lembaran kertas bertinta itu..

“ Saya tidak menghitung waktu, mungkin itu yang menyebabkan saya begitu mudah terbawa oleh perjalanan tiap detiknya. Menghantarkan saya keujung batasnnya, tanpa sadar saya sudah berjalan sejauh ini.. tanpa ada dirimu yang temaniku
Aku berjalan sendiri, masih tertatih tanpamu.. yang entah tersadar siapa yang tertinggal pada titik peristiwa itu, kamu masih terttinggal dibelakangku sedang waktu beranjak cepat membawaku pergi.manarikku, meninggalkanmu diujung belakang lorong waktuku.
Jika ku amati ulang, sudah banyak hal yang tanpa terasa sudah saya lihat, saya lakukan, saya alami.. dan lagi lagi itu kujalani tanpa  dirimu, banyak chat yang kukirim padamu banyak cerita disana, banyak peduliku padamu, tapi kau masih selalu saja sama.enggan membalasku. Entah aku yang bodoh, atau aku yang terlalu mencintaimu.beda tipis.
Kenangan yang terasa baru kemarin dijalani itu, ternyata sudah melewati puluhan hari bahkan ribuan hari yang lalu.
Semua memucak, suara suara gema dimasa lalu itu menghampiri.
Mengiang dikepala, seolah melambat dan merangkak dimemori, suara suara yang bercampur dengan peristiwa-peristiwa dan suasana ketika itu begitu melekati benak saya. Entah mengapa saya enggan, untuk membuyarkan semua rekaman itu. Entah mengapa saya begitu senang membiarkan kenangan itu hadir disini, membiarkannya dikepalaku”
Aku menulis, aku menulis, aku masih menulis tentangmu juga kenanganmu.


“Waktu itu hebat ya? Dia ngasih waktu dengan ketetapan, yang terus berjalan.
Gak ada yang bisa ngeberentiin sedetik aja waktu itu untuk diam tanpa gerak, atau mempercepatnya sedetik saja untuk melewatinya. siapa pun mungkin bisa berteriak, juga bisa protes. Tapi waktu akan tetap jadi waktu yang akan selalu tegap dengan ketegasan.
Dia gak pernah mengasihani semua manusia yang hanya mungkin butuh sekaliii...saja. Untuk mengembalikan waktu pada masa lalu, dimana masih ada  aku dan kamu.
       
Waktu gak  bisa sebentar saja berkompromi pada saya untuk sekedar menyuruhnya beristirahat, aku tak bisa mengelabuinnya, menipunnya, ataupun diam diam berbuat licik, memasukkan obat tidur kedalam tubuhnya, agar aku bisa menghentikan waktu ku ketika ku bersama mu. Sayang waktu tak sama seperti benda, ia sama seperti angin yang tak pernah bisa kulihat wujudnya tapi selalu bisa kusentuh rasanya, dan sekarang. Angin, waktu dan dirimu sudahlah sama. Aku tak pernah lagi bisa melihatmu, tapi aku masih selalu bisa rasakan sentuhan kasih lembutmu..

 Terkadang waktu  itu terlihat kejam tanpa belas kasih, ia terlalu kukuh. Tak pernah mengerti bahwa ratusan, ribuan atau bahkan miliaran manusia.. butuh waktu kan bisa bersahabat dengannya, dengan semua masalah juga kenangannya. Termasuk pada saya.
Waktu sudah banyak membuat manusia menyesal, karna kesalahan yang Ia pilih.

Waktu membuat saya begitu paham bahwa waktu tak mungkin melawan arah jarum jam. Dan sekarang waktu mengajari saya untuk menghargai setiap desah nafasnnya, dan meski itu harus tanpa ada kamu didalamnya.

Waktu juga sudah banyak mengukir jutaan kenangan.
Waktu juga mampu membuat senyum juga kesedihan dan goresan luka diwajah seseorang.
Waktu juga yang membuat kami tertawa, menangis, bahagia, dan mencintai suatu hal yang mungkin kami temui untuk kami relakan kepergiannnya.
Dan karna waktu juga, yang pada akhirnnya membawa mu pergi, tanpa pernah kembali kepada saya.

Aku , masih disini.
Masih mengingatmu juga kenanganmu.
Aku disini, masih diam.
Memikirkanmu, memikirkan semua tentang kita.
 Aku disini sayang! Tolong dengar! Tolong!

(Tanpa sadar , air mata lelaki itu menetes, membasahi sebagian titik tinta yang melebar karena setitik air matannya yang terjatuh)

Ia tahu, bahwa tak mudah melepaskan seswatu yang telah terbiasa mengisi hari harinya.
Ia tahu, semua kepergian itu perih tapi lebih luka dan menyakitkan lagi mengetahui  semua yang pergi itu sudah pasti tak mungkn bisa kembali
Didalam kamar yang tak begitu luas itu, Ia duduk terdiam didepan layar leptop dihadapannya, menggerakan kursor lalu memutar deretan lagu,mendengar, dan melihat hal hal yang masih berhubungan  tentang wanita itu.
(dilihatnya setumpuk foto)
*backsound suara lagu yang terdengar dari penyanyi favorite lisa*
Turn around
turn around
And fix your eye in my direction
So there is a connection
I can’t speak
 I can't make sound



(Tumpukan gambar foto dan alunan suara suara dari lagu favoritnya, cukup membuat suasana malam itu begitu  gelap, soalah lagu yg terdengar ditelinganya itu dinyanyikan lisa untuknya. dunia dan perasaannya menjadi begitu kelam)

Terasa tak akan ada hari esok, semua hari terasa semu dan hambar.
Karna yang ada dipikiran laki laki itu adalah jika wanitannya pergi, maka semua hari itu berarti sudah kehilangan penghuninnya.
Melisa. Ahh! Ia memang lelaki, tapi Ia tak bisa mengelak bahwa Ia tak ikhalas waktu membawa wanitannya pergi! Waktu tak akan pernah membawa wanitannya pulang!”
Fikiran yang begitu mengerikan,mengoyak batin dan fikirannya.
Laki laki itu berhari hari, tak tidur. Memikirkan hal yang sama, bekerja tanpa pernah sesemangat dulu, tawa dan ceria nya perlahan menghilang dari hari harinnya.
Diotak pria itu, hanya, hanya ada melisa( begitu begitu saja)

“ tak ada lagi kebersamaan
Tak ada lagi petikan gitar
Tak ada lagi nyannyian kebebasan kita
Tak ada lagi jepretan foto
Tak ada lagi petualangan
Tak ada perjalanan, Tak ada Korea tak ada Paris impian kita..
Tak kan ada tempat yang bisa kita kunjungi kembali. (golak hati miko)

Aku lebih baik kehilangan mu, karena pria lain yang kau pilih, atau aku lebih baik kehilangan mu karna kepergianmu keluar kota.
Pergi mu seperti itu mungkin kan membuatku sakit, tapi aku akan lebih baik jika aku masih bisa melihat kebahagianmu, aku masih akan bisa melihat wajahmu, tawa renyahmu juga semua tentang mu! J

“Hey! Hey! Bangun!” (badan pria itu terasa menggoyang, samar samar Ia mendengar suara khas seseorang)
(sedikit demi sedikit matannya menerima sinar pagi yang menembus kornea matannya)
Ummmm ( suara pria itu, yang kemudian terbangun melebarkan tangan juga matannya)
*belum terlalu sadar dari tidur, Ia masih teringat suara wanita itu tadi, dicarinnya suara yang membangunkannya, Ia masih dalam keadaan lesu mencari suara wanita yang ia pikir adalah Melisa*
(Dibukannya pintu kamar apartement dimana ada sedikit samar suara percakapan seorang wanita itu timbul)
“Melisa!” (bergegas keluar pintu)
(dilihatnya, kearah lurus lorong lorong pintu kamar, ia berjalan pelan kearah loteng. Ia duduk disana)
“hey, kemana aja kamu? kamu masih lucu walau agak sedikit sayu..kesepian ya? Cup cup” (Duduk bersebelahan dengan kucing persia abu abu, yang ternyta adalah pussy milik Melisa) (lalu mengelus bulu lembut kucing itu sambil menatap kearah langit pagi)

_________________________________

Mikooo! Mikoo! Kamu ini uda jam 12 siang  belum juga bangun bangun! Uda dua kali dibangunin juga dari tadi, masih aja kenceng bener ngiler! ( oceh mama Miko, sambil membuka gulungan selimut ditubuh Miko)
“Apa sih ma?” (tiba tiba tersadar,bangkitin tubuh lalu berkata) “mama! Mana Melisa!?”
Mel.. (belum selesai berbicara, Miko memtong pembicaraan)
“Lisa masih ada kan?!” (tiba tiba pembicaraan Miko itu terpotong)
“Apa sih ?” (sesosok wanita itu muncul dari balik dapur) “nyariin gue ya?. kenapa mimpi buruk, kangen gue nih ceritannya?....”
( tiba tiba Miko langsung membalas) “Wih enggak ya! Aku Cuma agak khawatir aja, kali kamu ilang dimakan kucing kamu itu! :P “ (menunujuk kucing persia yang digendong Melisa)
“hey hey! Ayo hunting photo!” (samber Melisa, tanpa memperdulikan balasan Miko tadi)

-disuatu perkebunan teh,dibawah rindang pohon, mereka berdua duduk mengbrol sambil mengamati view yang tepat-

“kenapa kamu tadi bangun tidur langsung cari aku? Hayoo, ngaku kangen kan?” ( ledek wanita itu sambil menunujuk dekat wajah pria desampingnnya itu)
(Miko hanya tersenyum, lalu berkata)
“iya iya, aku kangen kamuuuuu... Love you yaaa (balas Miko menghadap kearah Lisa,yang tanpa menceritakan mimpi yang sebenarnnya)
“tooooooooo sayangkuuuuuh.... (jawab lisa sambil terenyum kearah Miko)

__lalu beranjak pergi menuju tempat foto lainnya___
(didalam hati Miko) “Aku menyayangimu, aku senang masih bisa melihatmu yang masih menggandeng erat telapak tanganku.
Dari mimpi itu, sekarang aku bisa memahami betapa berhargannya seseorang, sebelum mereka benar benar pergi, jadi aku tahu. Aku akan menciptakan kebehagian untuk orang yang kusayangi sebelum hal yang membuatku menyesal itu terjadi nantinnya :) (berjalan lalu menegaskan pegangannya, sambil tersenyum. Ia kembali mengatakan dihatinnya) “semua kiah buruk itu tidak ada, Melisa tidak koma, saya tak pernah pergi kerumah sakit, saya tidak pernah menangis sedih karna nya, saya tak pernah berjalan keloteng dengan duduk bersamping bersama pussy. Aku bermimpi! Aku bermimpi buruk kali ini!” :)




0 comments:

Post a Comment