Kalo uda ada yang pernah liat post-an gue yang
judulnya “Post pertama cerita fiksi gue”
ini adalah kelanjutan cerita tersebut, gue uda melakukan beberapa survey kepada
tiga orang temen gue buat baca post-an cerpen gue eh cerbung gue itu, tapi
hasilnya telah mengalami beberapa reaksi seperti dehidrasi di seperempatan
cerita, pusing pusing dan yang terakhir berhasil masuk UKS sekolah, agak putus
asa, tepi setelah gue pikir pikir..gak mungkin gue buat cerita gue berakhir
menggantung gitu aja, jadi gue cetuskan cerita ini!! (Y)
Dzzztt dzzztt dzzzzt
(tiba tiba, suara getar handphone menghentikan
bayangan malam itu)
*terdengar suara desah tangis dibalik angkat
telphone itu*
“tante kenapa tante?” (jawab miko)
*masih dengan balasan suara desah tangis*
“tante! Tante! Kenapa?!” (suara Miko mengeras)
“mik,mik, Melisa..” (balas mama Melisa)
(dipotong suara miko) “Melisa kenapa tante? Melisa kenapa?” ______
“Melisa uda gak ada mik” (jawab mama Melisa dengan tersedu sedu)
_____ didepan
batu nama peristirahatan Melisa, Miko mencoba mengikhlaskan semuannya, mencoba menenangkan
semuannya, meski ia sulit untuk tenang.
-Dua tahun berlalu-
Miko masih stuck pada semuannya.. Ia masih
enggan menukar Melisa, Ia masih sering menge-chat Melisa diakun facebook,
seolah menganggap wanita itu tak pernah pergi.
Karna Ia tahu, meski Melisa pergi tanpa pernah
kembali.. “Ia akan selalu menitipkan hatinya untuk tetap selalu berada
disisiku.. Melisa tak pergi, kami akan bertemu, meski itu bukanlah sekarang
waktunnya” (tegas dihati laki laki itu)
Malam itu, Ia sendiri dibalik pintu kamarnya..
Ia mengingat kenangannya.. Tanpa sadar diatas
meja lusuh tempat kamar tidurnnya itu, ia sudah menulis begitu banyak ratusan
kata dan kalimat di atas lembaran kertas bertinta itu..
“ Saya tidak menghitung waktu, mungkin itu
yang menyebabkan saya begitu mudah terbawa oleh perjalanan tiap detiknya.
Menghantarkan saya keujung batasnnya, tanpa sadar saya sudah berjalan sejauh
ini.. tanpa ada dirimu yang temaniku
Aku berjalan sendiri, masih tertatih tanpamu..
yang entah tersadar siapa yang tertinggal pada titik peristiwa itu, kamu masih
terttinggal dibelakangku sedang waktu beranjak cepat membawaku pergi.manarikku,
meninggalkanmu diujung belakang lorong waktuku.
Jika ku amati ulang, sudah banyak hal yang
tanpa terasa sudah saya lihat, saya lakukan, saya alami.. dan lagi lagi itu
kujalani tanpa dirimu, banyak chat yang
kukirim padamu banyak cerita disana, banyak peduliku padamu, tapi kau masih
selalu saja sama.enggan membalasku. Entah aku yang bodoh, atau aku yang terlalu
mencintaimu.beda tipis.
Kenangan yang terasa baru kemarin dijalani
itu, ternyata sudah melewati puluhan hari bahkan ribuan hari yang lalu.
Semua memucak, suara suara gema dimasa lalu
itu menghampiri.
Mengiang dikepala, seolah melambat dan
merangkak dimemori, suara suara yang bercampur dengan peristiwa-peristiwa dan
suasana ketika itu begitu melekati benak saya. Entah mengapa saya enggan, untuk
membuyarkan semua rekaman itu. Entah mengapa saya begitu senang membiarkan
kenangan itu hadir disini, membiarkannya dikepalaku”
Aku menulis, aku menulis, aku masih menulis tentangmu
juga kenanganmu.
“Waktu
itu hebat ya? Dia ngasih waktu dengan ketetapan, yang terus berjalan.
Gak
ada yang bisa ngeberentiin sedetik aja waktu itu untuk diam tanpa gerak, atau
mempercepatnya sedetik saja untuk melewatinya. siapa pun mungkin bisa
berteriak, juga bisa protes. Tapi waktu akan tetap jadi waktu yang akan selalu
tegap dengan ketegasan.
Dia
gak pernah mengasihani semua manusia yang hanya mungkin butuh sekaliii...saja.
Untuk mengembalikan waktu pada masa lalu, dimana masih ada aku dan kamu.
Waktu
gak bisa sebentar saja berkompromi pada
saya untuk sekedar menyuruhnya beristirahat, aku tak bisa mengelabuinnya,
menipunnya, ataupun diam diam berbuat licik, memasukkan obat tidur kedalam
tubuhnya, agar aku bisa menghentikan waktu ku ketika ku bersama mu. Sayang
waktu tak sama seperti benda, ia sama seperti angin yang tak pernah bisa
kulihat wujudnya tapi selalu bisa kusentuh rasanya, dan sekarang. Angin, waktu
dan dirimu sudahlah sama. Aku tak pernah lagi bisa melihatmu, tapi aku masih
selalu bisa rasakan sentuhan kasih lembutmu..
Terkadang waktu itu terlihat kejam tanpa belas kasih, ia
terlalu kukuh. Tak pernah mengerti bahwa ratusan, ribuan atau bahkan miliaran
manusia.. butuh waktu kan bisa bersahabat dengannya, dengan semua masalah juga
kenangannya. Termasuk pada saya.
Waktu
sudah banyak membuat manusia menyesal, karna kesalahan yang Ia pilih.
Waktu
membuat saya begitu paham bahwa waktu tak mungkin melawan arah jarum jam. Dan
sekarang waktu mengajari saya untuk menghargai setiap desah nafasnnya, dan
meski itu harus tanpa ada kamu didalamnya.
Waktu
juga sudah banyak mengukir jutaan kenangan.
Waktu
juga mampu membuat senyum juga kesedihan dan goresan luka diwajah seseorang.
Waktu juga yang membuat kami tertawa, menangis, bahagia,
dan mencintai suatu hal yang mungkin kami temui untuk kami relakan
kepergiannnya.
Dan karna waktu juga, yang pada akhirnnya
membawa mu pergi, tanpa pernah kembali kepada saya.
Aku , masih disini.
Masih mengingatmu juga kenanganmu.
Aku disini, masih diam.
Memikirkanmu, memikirkan semua tentang kita.
Aku
disini sayang! Tolong dengar! Tolong!
(Tanpa sadar , air mata lelaki itu menetes,
membasahi sebagian titik tinta yang melebar karena setitik air matannya yang
terjatuh)
Ia tahu, bahwa tak mudah melepaskan seswatu
yang telah terbiasa mengisi hari harinya.
Ia tahu, semua kepergian itu perih tapi lebih luka dan
menyakitkan lagi mengetahui semua yang
pergi itu sudah pasti tak mungkn bisa kembali
Didalam kamar yang tak begitu luas itu, Ia
duduk terdiam didepan layar leptop dihadapannya, menggerakan kursor lalu
memutar deretan lagu,mendengar, dan melihat hal hal yang masih berhubungan tentang wanita itu.
(dilihatnya setumpuk foto)
*backsound
suara lagu yang terdengar dari penyanyi favorite lisa*
Turn around
turn around
turn around
And fix your eye in my direction
So there is a connection
I can’t speak
I can't make sound
(Tumpukan gambar foto dan alunan suara suara
dari lagu favoritnya, cukup membuat suasana malam itu begitu gelap, soalah lagu yg terdengar ditelinganya
itu dinyanyikan lisa untuknya. dunia dan perasaannya menjadi begitu kelam)
Terasa tak akan ada hari esok, semua hari
terasa semu dan hambar.
Karna yang ada dipikiran laki laki itu adalah
jika wanitannya pergi, maka semua hari itu berarti sudah kehilangan
penghuninnya.
Melisa. Ahh! Ia memang lelaki, tapi Ia tak
bisa mengelak bahwa Ia tak ikhalas waktu membawa wanitannya pergi! Waktu tak
akan pernah membawa wanitannya pulang!”
Fikiran yang begitu mengerikan,mengoyak batin
dan fikirannya.
Laki laki itu berhari hari, tak tidur.
Memikirkan hal yang sama, bekerja tanpa pernah sesemangat dulu, tawa dan ceria
nya perlahan menghilang dari hari harinnya.
Diotak pria itu, hanya, hanya ada melisa(
begitu begitu saja)
“ tak ada lagi kebersamaan
Tak ada lagi petikan gitar
Tak ada lagi nyannyian kebebasan kita
Tak ada lagi jepretan foto
Tak ada lagi petualangan
Tak ada perjalanan, Tak ada Korea tak ada
Paris impian kita..
Tak kan ada tempat yang bisa kita kunjungi
kembali. (golak hati miko)
Aku lebih baik kehilangan mu, karena pria lain
yang kau pilih, atau aku lebih baik kehilangan mu karna kepergianmu keluar
kota.
Pergi mu seperti itu mungkin kan membuatku
sakit, tapi aku akan lebih baik jika aku masih bisa melihat kebahagianmu, aku
masih akan bisa melihat wajahmu, tawa renyahmu juga semua tentang mu! J
“Hey! Hey! Bangun!” (badan pria itu terasa
menggoyang, samar samar Ia mendengar suara khas seseorang)
(sedikit demi sedikit matannya menerima sinar
pagi yang menembus kornea matannya)
Ummmm ( suara pria itu, yang kemudian
terbangun melebarkan tangan juga matannya)
*belum terlalu sadar dari tidur, Ia masih
teringat suara wanita itu tadi, dicarinnya suara yang membangunkannya, Ia masih
dalam keadaan lesu mencari suara wanita yang ia pikir adalah Melisa*
(Dibukannya pintu kamar apartement dimana ada
sedikit samar suara percakapan seorang wanita itu timbul)
“Melisa!” (bergegas keluar pintu)
(dilihatnya, kearah lurus lorong lorong pintu
kamar, ia berjalan pelan kearah loteng. Ia duduk disana)
“hey, kemana aja kamu? kamu masih lucu walau
agak sedikit sayu..kesepian ya? Cup cup” (Duduk bersebelahan dengan kucing
persia abu abu, yang ternyta adalah pussy milik Melisa) (lalu mengelus bulu
lembut kucing itu sambil menatap kearah langit pagi)
_________________________________
Mikooo! Mikoo! Kamu ini uda jam 12 siang belum juga bangun bangun! Uda dua kali
dibangunin juga dari tadi, masih aja kenceng bener ngiler! ( oceh mama Miko,
sambil membuka gulungan selimut ditubuh Miko)
“Apa sih ma?” (tiba tiba tersadar,bangkitin
tubuh lalu berkata) “mama! Mana Melisa!?”
Mel.. (belum selesai berbicara, Miko memtong pembicaraan)
“Lisa masih ada kan?!” (tiba tiba pembicaraan
Miko itu terpotong)
“Apa sih ?” (sesosok wanita itu muncul dari
balik dapur) “nyariin gue ya?. kenapa mimpi buruk, kangen gue nih
ceritannya?....”
( tiba tiba Miko langsung membalas) “Wih
enggak ya! Aku Cuma agak khawatir aja, kali kamu ilang dimakan kucing kamu itu!
:P “ (menunujuk kucing persia yang digendong Melisa)
“hey hey! Ayo hunting photo!” (samber Melisa,
tanpa memperdulikan balasan Miko tadi)
-disuatu perkebunan teh,dibawah rindang pohon, mereka
berdua duduk mengbrol sambil mengamati view yang tepat-
“kenapa kamu tadi bangun tidur langsung cari
aku? Hayoo, ngaku kangen kan?” ( ledek wanita itu sambil menunujuk dekat wajah
pria desampingnnya itu)
(Miko hanya tersenyum, lalu berkata)
“iya iya, aku kangen kamuuuuu... Love you yaaa
(balas Miko menghadap kearah Lisa,yang tanpa menceritakan mimpi yang
sebenarnnya)
“tooooooooo sayangkuuuuuh.... (jawab lisa
sambil terenyum kearah Miko)
__lalu beranjak pergi menuju tempat foto
lainnya___
(didalam hati Miko) “Aku menyayangimu, aku
senang masih bisa melihatmu yang masih menggandeng erat telapak tanganku.
Dari mimpi itu, sekarang aku bisa memahami
betapa berhargannya seseorang, sebelum mereka benar benar pergi, jadi aku tahu.
Aku akan menciptakan kebehagian untuk orang yang kusayangi sebelum hal yang
membuatku menyesal itu terjadi nantinnya :) (berjalan lalu
menegaskan pegangannya, sambil tersenyum. Ia kembali mengatakan dihatinnya)
“semua kiah buruk itu tidak ada, Melisa tidak koma, saya tak pernah pergi
kerumah sakit, saya tidak pernah menangis sedih karna nya, saya tak pernah
berjalan keloteng dengan duduk bersamping bersama pussy. Aku bermimpi! Aku
bermimpi buruk kali ini!” :)




0 comments:
Post a Comment