Dipojokan jendela mobil, ia terduduk. “ mauk diantar kemana
mas?” tanya sang supir.. “kita langsung ketempat lisa aja ya pak” (jawab miko) pria ini memang
sudah beberapa bulan setiap hari, usai pulang kantor, ia selalu bergegas pergi
menemani kekasihnya..
Wajah pria
itu terlihat amat lesu, matanya termangu manatap lurus jalanan. Fikiranya
kosong, wajah pria itu terlihat menyamar oleh pantulan cahaya matahari sore,
yang menembus kaca kaca jendela. “
hahaha balik lagi sama yuppi si penyiar kece!! Hmm langsung aja kali ya, kita
terima telpon dari yang pada pengen minta playlis-sanya pengen diputer.. (suara
penyiar itu samar terdengar memantul didalam mobil) “Halo? Kak play in lagu nya
secondhand serenade yang your call
dong....” percakapan penyiar itu terdengar, tapi berlalu begitu saja oleh pria
itu, ia masih sibuk memerhatikan lampu merah yang berada didepannya.
Waiting for your call, i’m sick, call i’m angry Call i’m desperate for
your voice ...
Alunan, lagu itu mulai bernyanyi, kepala pria itu seketika
memalingkan wajahnya dari tatap lampu merah, ia mulai tersadar bahwa itu adalah
lagu dimana sering ia mainkan bersama lisa, diatas loteng dengan gitarnya.. ia
teringat ketika awal awal bulan mereka berpacaran, tahun 2009 diatas loteng
dengan ber-atapkan cahaya bulan dan bintang yang bertaburan.
“malam itu kita nyanyi
lagu ini”.. (gumam suara hati pria itu). Ia kembali mengambalikan ingatan pada
masa itu..
Lagu itu sering mereka mainkan dengan
tanpa aturan nada, bebas. Berteriak teriak dengan genjrengan petikan gitar
penuh semangat!
“ Cause i was born to tell you i love you
And I am torn to do what i have to, to make you mine
Stay with me tonight”
Lelah berteriak teriak, mereka terdiam.. (menatap satu sama
lain) lalu tertawa.
“Hahaha, asik ya bisa bebas nyanyi nyanyi gini?”. Tanya lisa
(pria itu hanya melihatnya dengan senyuman, lalu kembali menatap langit malam)
______(hening)
Eh liat! Ada
bintang jatuh! (ujar pria itu tiba tiba menepuk bahu wanita disampingnnya)
Kamu bikin permohonan apa? “tanya melisa pada pria itu”
emmmm, apa ya? Mauknya apa geh? :p (Ledek manja pria itu) “ihhhh kamu ngeselin
loh, ciyus ini!!!” (memukul halus bahu pria itu) “aduh aduh!!! Iya aku kasih
tauk deh, aku pengen semoga kita bisa terus bareng bareng sampe tua! Terus kita
bisa pergi ke Paris terus ke Korea bareng bareng!!” (sambil tersenyum) “kalo kamu apa?” (tanya miko) “kalo aku,
berharap kita bisa langgeng bahagia terus!! terus bisa bikin orang tua aku
bangga sama aku” (menengok kearah miko) “oh gituuuuu” (saut miko)
“mas kita
uda nyampe nih” (suara si sopir tiba tiba memecah lamunannya)
Oh oh, iya iya.. bapak pergi aja dulu, kayaknya aku bakalan
sampe malem disini. Nanti kalo aku uda mauk pulang aku telpon lagi” (ucap miko)
baik, baik pak ( ujar sopir, sambil mengangguk anggukkan
kepala)
“Ruang
ICU” ditatapnya plang nama itu..
Hey sayang! (sapa ini selalu sama, setiap harinnya)
“Aku dateng, kamu cepet baik ya? Aku sekarang lagi nabung,
supaya kita bisa jalan jalan keluar negri. Kamu bilang kamu pengen bisa main
kesana kan? Tinggal tunggu sebentar lagi aja, kita pasti uda bisa belanja bebas
disana!!! :D makannnya cepet bangun. Jangan kelamaan tidurnya, Yah?!! J“ (memegang lembut
tangan wanita itu)
Dari balik pintu, kedua pasang kecil itu terlihat begitu
akrab.. meski percakapan itu tanpa ada timbal balik sahut.
“lho kamu uda ada disini toh mik? Uda lama?” (tanya mama
melisa yang tiba tiba muncul dari balik pintu kamar rumah sakit) “aha, iya nih
tanti. Enggak sih baru sekitar sejaman” (melihat jam ditangan) “Oh gitu, tadi
tanti pulang sebentar, ambilin boneka kesayangan lisa, yang waktu itu kamu
kasih kedia itu lho. Barangkali, lisa bisa cepet bangun kalo bareng boneka itu”
“hehem mudah mudah han yah tante, aku juga berharapnya lisa
bisa cepet sadar dari koma nya” (jawab miko pelan)
Tanpa sadar, jam didinding sudar berputar dengan begitu cepat.
“wah uda jam 9 malem, ini mik. Kamu gak mau pulang?” (tanya
mama lisa)
Oh, iya tante. Gak kerasa uda malem, yaudah ini aku juga uda
hubungin mas tito, buat buruan jemput (mas tito : supir miko) “oh yaudah, tante
tinggal sebentar ya, ke toilet” (beranjak dari sofa)
Sesampai dirumah, pria itu hanya langsung mengistirahatkan
tubuhnya, yang memang sudah terkuras lelah seharian ini.
Dari balik awang kamarnya, ditatapnya sesok wanita yang ia
kenal. Wanita itu adalah melisa, kekasihnya. Ia melihat sesok wanita itu, masih
dengan tawa bersamannya, gambar wajah itu membawa waktu waktu mereka pada saat
bermain menjelajahi tempat tempat yang selalu tak pernah mereka lewati
sebelumnya, mereka adalah pasangan yang selalu lebih menyenangi petualangan.
Mereka
lebih senang menjelajahi tempat baru, dengan motor ducati miliknya. Karna petualangan terasa lebih bebas menyatu
dengan udara bebas. Dengan motor, bisa lebih bebas menangkap view jalanan yang
masih penuh keasrian. Hahaha :D masih
melekat jelas suara miko, ketika menjawab lemparan pertanyaan lisa dimotor
waktu itu. _____ “hey mik, kenapa kamu senang ngegandeng motor kamu ini, tiap
kali kita pegi jalan?”
_________ di tengah hamparan persawahan perjalanan mereka
terhenti.
(duduk bersebelahan dipematang sawah)
Lisa begitu senang memotret. (sambil duduk dan memfoto
pemandangan)
Hey!!! Jangan photo sawah semua geh, photo aku geh?!! :p (
lagi lagi pria itu merayu manja) wuuuhhhh! Enak aja. Muka kamu jelek tauk!!
Ngerusak pemandangan! :P (meremas wajah miko)
(mengeluarkan
gitar)
nihhhhhh, kita nyanyikkk!! (tawar miko) hayukkkkkk :D (jawab
excited lisa)
Sometimes I feel I’m getting Old
My brain is full of shit
And I don’t know the days to black
for me to walk I have nobody that I can giving all
All the quetion
Giving all.. all the time to be
heard
In my life, the complicated things
is rolling is the day
In my life nothing seems to be so
bad
In my heart, in my soul, in my day
I wanna be supergirl (I WANNA BE A
SUPERBOY.. SUPERMAN..GIRL..MAN SUPER GIRLMAN)
I wanna be like that
In my heart in my soul in my mind
in my day
I WANNA BE A SUPERGIRL-MAN!!
I wanna be like that
I wish that true I wish that true
I wish that true true true
Wish that is true yeay yeay yeay
yeay yeay
Mereka berdua memang terbiasa begitu, menyanyi dengan bebas
dan lepas.. mereka selalu punya cara tersendiri mengekspresikan setiap lagu
yang mereka nyanyikan.
Mereka bukanlah pasangan yang selalu menghabiskan waktu
senang senang aja, mereka selalu mementingkan prinsip bahwa ketika mereka
bersama, mereka harus melupakan semua kepenatan dan semua problem pekerjaan dan
hal pengganggu lainnya. Tapi selalu bersemangat serius, jika itu diharuskan
serius! Itu yang menyebabkan, pasangan ini selalu terlihat sempurna dimanapun,
jika bersama J

0 comments:
Post a Comment