Didunia ini ada dua hal yang cukup penting, dicintai atau
dibenci.
Dua dua nya selalu ada, selalu berimbang.
Ketika diri kita disukai, kita juga harus siap menerima
untuk dibenci.
Dibenci ?
Itu wajar, gak peduli apa sebab diri lo dibenci? gak perduli
kecil atau besar masalah yang terjadi?
gak perduli sebaik apa lo berbuat? Haters akan tetep jadi haters, tapi haters
selalu bisa berakhir jadi sahabat begitu juga sebaliknya.
Tapi gue tauk, ketika diri kita dibenci, itu juga karna ada
andil dari diri kita sendiri. Pertanyaan yang harus lo tanyakan ke diri lo
sendiri adalah “kenapa gue dibenci ?”
mungkin kalo Cuma bertanya pada diri sendiri, lo akan menjawab “gue gak punya salah,
so what? “
Karna yang tauk lo adalah diri lo sendiri, orang lain itu
Cuma berasumsi, dan ketika orang lain sibuk dengan asumsinya masing masing,
kita Cuma yaaaa… nothing, biarin aja, karna diri kita pasti gak sepenuhnya
bener, lo pasti tauk apa salah lo? Kenapa lo dibenci? Kenapa lo gak disukain?
Penyebabnya kadang sepele kadang juga besar.
Dan kadang
juga.... lo mungkin harus siap untuk bertanya pada manusia lain, sebagai
cermin.
Seumur hidup gue, gue belum pernah ngebenci orang. Iya serius gue, belum pernah sama sekali.
Tentang masalah marah? Gak suka? Atau gak respect? Semuanya
itu berbeda dengan membenci.
Membenci itu mungkin kayak semacem, perasaan gak suka
terhadap seseorang atau mungkin perasaan senang ketika seseorang yang kita
benci terpuruk? Mungkin juga perasaan dendam yang mendalam yang selalu
mengharapkan hal hal buruk akan menimpa diri orang yang dibenci atas dasar supaya bisa merasakan perasaan yang
setimpal terhadap dirinya dulu? Mungkin :/
Belajar untuk
memaafkan, belajar untuk meng ikhlaskan, belajar untuk melupakan dan
mengatakan, Yasudahlah. Belajar untuk menyambut hal sesulit itu dengan senyum,
mulai belajar menganggap maaf sama artinya melawan phobia yang harus dilawan.
Benci. keBencian.
Atu mungkin keBancian ?
Kamu banci kalo
melakukan kebencian ?



0 comments:
Post a Comment