Sunday, 17 November 2013

ini puisi ?

Ketika saya dekat dengan seseorang, dia akan menjadi salah satu objek dari tulisan-tulisan saya.
Dan ketika saya menyukai seseorang, dia juga akan menjadi salah seorang yang akan ada disetiap puisi-puisi ku :)
Dan ketika aku sudah benar-benar menyukainnya, percayalah akan sulit bagi ku untuk melangkah dan melakukan perpindahan.

catatan 02-11-2013
untukmu, anak laki-laki yang kusuka sejak dulu.
ini catatan ku, simaklah, dan ini untukmu.


Dimana aku ?
Aku masih disini,
aku masih terdiam ditempatku.
Aku masih disini.
Masih memandangmu,
masih melihatmu.
Masih kukerut senyum halus untukmu.

Aku dimana ?
Aku masih disini.
Masih bersembunyi dibalik rasaku.
Masih terdiam bersama ego-ku.
Masih termangu bersama anganku.
Masih disini menenggelamkan jiwa ku bersama waru didadaku.
Masih terpojok, masih samar, masih ada, masih tak terlihat oleh mu.
Mungkin sesaat aku tenggelam bersama hilangnnya matahari dipulupuk dunia mu.

Aku..
Aku siapa ?
Entah lah, kurasa kau pasti tau siapa sosok ku.
Desis pelanku bersuara.
Aku hanya bayangan semu yang tak pernah nampak untuk mu.
Aku pengecut !
Pecundang !

Tapi dari diam ku..
Dari amat ku..
Aku mengenalmu, aku tau apa suka mu, aku tau oshi mu,
Aku tau hal hal kecil tentang mu.
Lewat dunia mayamu, aku mengintip ceritamu.
Dan lewat dunia mayamu,
Aku mengerti banyak hal tentang jendela hidupmu.
Aku merindukanmu.
Dengan berderu..
Dengan terisak sesak, aku bersumpah, menyebut nama mu.
Aku mencintai mu.

~~~~~
Puisi (? )kedua ku, masih kamu pelakunnya, masih ditanggal dan hari yang sama.

Puisi.
Puisi dan senandung untukmu.
Tentang objek ku yang tak pernah berubah.
Masih tentang mu.
Memikirkan tentang mu.
Memikirkan bait tentang hidup mu, tentang cintamu, juga pasti angan ku.

Luka,
Kenangan,
Penyesalan hidup membiarkan kepergian mu, bersama sayup sayup malam sepi.
Aku menyesal,
aku menyesal, membiarkan diriku melepas mu dengan penguburan bunga dalam dada ku.
Aku menyesal.
Membiarkanmu pergi, tanpa pernah kau tau, tanpa pernah kau pahami isi rasa ku.
Aku menyesal.
Aku menyesal, tak pernah memperkenalkan 'aku' ke-padamu.
Aku menyesal, membiarkan pergi mu begitu saja.
Membiarkan pergi mu, tanpa memberi kesempatan apapun.
Pergi mu.
Tinggalkan perih.
Tinggalkan sesak.
Tinggalkan hujan.
Tinggalkan hal-hal dalam, yang tak pernah kau ketahui.

Ya.
Ya, itu karna kau tak pernah melihatku.
Kau tak jahat.
Aku yang bodoh.
Aku harus menanggungnnya.
Aku tau, aku harus siap tentang resiko ini.
Memendam, lalu aku yang tergores pecah sendirian.
Hancur, tanpa pernah kau tau.
Aku tau.
Aku tau, apa resiko ku.


0 comments:

Post a Comment