Friday, 15 November 2013

ini masih tentang catatanku

ini masihlah tentang ceritaku, tentang tulisan didalam note ku.
*Hari ini tanggal 05 oktober 2013.

Hari apa ya ini ?
agak sungkan rasannya buat ngelanjutin kata-kata selanjutnnya.
Gak tau mau dibilang uda punya pacar apa belum ya ini? agak agaknya si sudah terikat begini ya. Jujur masih gak percaya kenapa saya bisa bilang iya, padahal saya uda mikirin jawabannya seharian secara labil.
Ah seneng gak si saya ini? Kok rasannya aneh ya, bukan seneng juga bukan sedih, aneh gitu rasannya.
ini awkward buat saya, jujur dari 15 taun saya hidup baru pertama kali nya ini saya nerima laki-laki yang bisa dibilang ja-di-an.

Dan sejujurnnya lagi, laki laki ini adalah orang yang pernah saya ceritakan didalam note note sebelum ini, seseorang yang pernah jadi objek puisi saya.
dari awal saya mengenalnya, menyukainnya, memendamnnya, hingga saya mulai merasa dekat dengannya, mulai tersadar arti kenyamanan sebagai temannya, dan pada akhirnnya diragukan akan pertannyaan tentang kata 'jadian' yang dia lontarkan terhadap saya hari ini.

Apa ini rasa suka karna penasaran ?
Atau bahkan rasa suka itu sudahlah lenyap karna kejelasan ini ?
begitu kah ?
entahlah saya ragu akan jawaban saya.
saya sempat menyukainnya, dan saya nyaman dihadapannya.
Tapi saya juga merasa kan ketidaknyamanan dan gemetar mendengar kata katanya yang sekarang dan akhir akhir ini berubah menjadi berlebih dihadapan saya, tentang semua flirit dan kata kata cintanya.
kata kata itu terlalu menggelitik untuk saya, maklum saja, saya tak pernah bertemu seseorang yang melakukan hal ini itu seperti dirinnya.
ini yang pertama kalinnya dan ini aneh untuk saya.

08-10-10
Sudah dua hari ini saya tak berani menegur sapannya, saya bingung melihatnya, hati saya jadi tiba tiba aneh.
saya benar benar...aih.
Ia terus berkerumun disekitar tempat duduk saya, entah mengapa saya mulai menghindarinnya.
Saya memang begini, sulit menerima perubahan secara tiba-tiba, padahal ini lah yang saya harapkan sebelum sebelum ini.
Tapi beginilah saya, dan semua cerita ini hanya saya ceritakan pada teman sebangku juga kawan terdekatku.

*sudah hampir seminggu berlalu, dan saya mulai menyesesuaikan diri kembali, masih begini.
dia masih sering mengusiliku, seringkali Ia membahas tentang hari itu, tanggal itu dan semua pertannyaan tentang semua itu.
Apa dia bodoh ?
aku sudah memperjelas nya pada keesokan pagi setelahnya, bukan kah aku sudah mengatakan aku lebih nyaman menjadi teman nya.
jadi begini ceritannya :
20 menit seusai saya mengatakan iya padannya, saya kembali bimbang akan jawaban saya.
saya ingin memutuskannya, tapi ini terlalu cepat dan sangat cepat. lagi pula Ia terus mengirim kan pesan yang tak sadar terabaikan. Dan pesan pesan selanjutnya yang kemudian  saya sengaja kan untuk tidak saya balas, karna memang saya perlu untuk menjernihkan fikiran saya.
sungguh mungkin ini masalah yang begitu sepele untuk difikirkan sebagian orang, tapi untuk saya.. ini sungguh menguras fikiran, mood untuk belajar ulangan hilang,benar benar hilang.
keesokan paginnya, fikiran saya semakin menjadi dan semua itu membuat saya tambah enggan menyentuh buku buku. saya jadi bingung apa yang harus saya lakukan dihari senin esok, apa yang akan terjadi, apa ini akan aneh,bagaimana dengan teman teman saya, apa responya nanti. ahhhhh semuannya membuat otak hampir tumpah.
saya memberanikan mengirim pesan singkat padannya, hanya memanggil namannya saja. sejaman sudah saya memegang handphone ku menunggu balasannya,  tiba-tiba satu panggilan darinnya muncul dilayar handphone ku, kata-kata ku mulai terbata bata.
saya memang tak mengatakan kata putus secara terang terangan, saya hanya mengatakan saya lebih nyaman sebagai sahabatnya, belum selesai saya menjelaskan semuannya, panggilan kami tiba tiba terputus yang sudah pasti ialah yang memeutuskan panggilan tersebu.
saya rasa ia kecewa, dari nada suaranya mengatakan begitu.
pesan singkat saya saja tak ia balas.


singkat cerita, sekarang semuannya sudah biasa. udah gak awkward, uda ngobrol, flirt nya juga uda dianggep biasa aja buat saya, gak menggelikan, malah jadi kayak hal lucu dan ini biasa saja.
saya nyaman jadi teman atau mungkin sahabatnya?

0 comments:

Post a Comment