Malam malam sudah hampir pergi..
Dan aku masih larut dalam sebuah kamar berpetak segi empat,
aku masih merindui mu dalam dekapan selimut dan mata yang sengaja aku paksa
untuk terlelap.
Menyayangi adalah kata paling indah yang pernah aku dengar.
Dan kataan sayang adalah kata paling halus dan tulus untuk
aku rasakan sapaannya.
Siapa kamu ?
Aku mencintaimu..
Jadi aku adalah manusia dan cinta adalah sesosok yang
menjelma jadi kamu.
Hey, sayang.
Malam ini aku sedang merindukanmu, malam ini wajahmu jadi
sosok yang paling aku puja, jadi sosok yang menepis sepi.. dan kali ini adalah
kesekianyan aku menulismu, meski ditempat yang berbeda.. wajar saja setelah beberapa
saat beralih dalam tinta kini kau kembali kutulis dalam sebuah layar.
Ya tulisan ku tiba-tiba terhenti dimalam itu, getaran
handphone ku tiba tiba saja menghentikan aktifitasku memikirkanmu.
Dirimu bukan hanya jadi bayangnku yang sengaja aku buat,
nama mu sudah beralih didalam sebuah layar handphone ku ketika itu.
Selalu ada jeda, tiap kali aku melihat nama mu dalam layar
itu, selalu ada jeda untuk menarik tipis senyuman yang kau buat dari kata kata
mu.
Dan hari itu, malam kita habisi bersama tawa ditengah sunyi,
bersama lelucun yang menebas semua jenuh dan melucuti semua gundah.. dan kata
kata gombal yang katanya itu jujur kalau terkata dimalam yang datang terlambat
untuk kita yang saling sibuk membelah waktu dalam percakapan. Memecah sunyi, dan bersaing bersama pokpok ayam, pertanda subuh.
jarak sudah jadi jembatan patah yang memaksa rindu jadi
buyiran buyiran kata yang diucap dalam teriak dari seberang sana.
Tanpa peluk, tanpa berpegang tangan. Cukup dalam emotikon,
cukup dalam auto text, cukup dalam emoji atau... hanya cukup dengar itu dari
suara kamu.
meski hanya sekedar suara yang bisa kudengar, meski hanya
sekedar kata kata yang bisa kubaca. Tapi mengingat wajahmu dan membayangkan
bagaimana kau melakukanya dalam dunia nyata, sudah mampu membuat ku haus peluk
mu. Tertawa, mentap mu dengan pandangan yang penuh simpati, tersenyum, dan
berusaha membuat kita saling ter connect dalam kata kata. Ah melegakan. Hanya bahasamu
dan bahasa ku yang bisa kita mengerti, tiada orang lain, tiada siapapun yang
mengerti kata kata kita. Hanya kau dan cukup aku saja yang tau.
Trutut.. Aku kembali menulis, kembali merajut kata kata dalam
bingkaian kalimat yang berbalut tentangmu.
Kalau hari itu tulisan ku terhenti karna pesan singkatmu,
dan kalau hari itu inspirasi ku buyar karna kata kata mu yang meracuni fikiran jernihku... hari ini juga
mungkin akan sama.. semua tentang mu sudah sengaja aku hapus, sudah sengaja aku
bakar dalam gelap malam. Tapi ternyata tetap saja sia-sia, kenyataan melupakanmu sesulit ini,
tak semudah membuang sebungkus nasi basi kedalam kotak sampah rupanya.
Sudahlah, dirimu sudah pergi.
Sudahlah dirimu sudah bahagia.
Sudahlah kamu sudah tak suka aku.
Sudahlah kau sudah biasa dan aku yang masih sedang mencoba
untuk membiasakan tanpamu.
Sudahlah semuanya memang bermasa.
Sememuakan apapun kata yang aku buat, kata sayang tetap jadi
kata yang paling manis untuk didengar bahkan ketika semua itu sudah tiada dari
mu lagi. Dan sayang sudah bukan jadi hal yang berarti lagi bagimu.
Sayang.. sayang kamu sudah pergi.
Dan sayang semuanya itu mengarang.. hahaha :D
*menulis dalam penghiburan diri yang sedang merasa senyap tanpa deburan suara penghibur lara yang sedang rapuh* tszzzzzs :p

Jomblo ya, Hehehe
ReplyDelete