Saturday, 12 April 2014

Sayang.. (dalam titik selanjutnya) ?



Malam malam sudah hampir pergi..
Dan aku masih larut dalam sebuah kamar berpetak segi empat, aku masih merindui mu dalam dekapan selimut dan mata yang sengaja aku paksa untuk terlelap.

Menyayangi adalah kata paling indah yang pernah aku dengar.
Dan kataan sayang adalah kata paling halus dan tulus untuk aku rasakan sapaannya.
Siapa kamu ?
Aku mencintaimu..
Jadi aku adalah manusia dan cinta adalah sesosok yang menjelma jadi kamu.

Hey, sayang.
Malam ini aku sedang merindukanmu, malam ini wajahmu jadi sosok yang paling aku puja, jadi sosok yang menepis sepi.. dan kali ini adalah kesekianyan aku menulismu, meski ditempat yang berbeda.. wajar saja setelah beberapa saat beralih dalam tinta kini kau kembali kutulis dalam sebuah layar.

Ya tulisan ku tiba-tiba terhenti dimalam itu, getaran handphone ku tiba tiba saja menghentikan aktifitasku memikirkanmu.
Dirimu bukan hanya jadi bayangnku yang sengaja aku buat, nama mu sudah beralih didalam sebuah layar handphone ku ketika itu.
Selalu ada jeda, tiap kali aku melihat nama mu dalam layar itu, selalu ada jeda untuk menarik tipis senyuman yang kau buat dari kata kata mu.

Dan hari itu, malam kita habisi bersama tawa ditengah sunyi, bersama lelucun yang menebas semua jenuh dan melucuti semua gundah.. dan kata kata gombal yang katanya itu jujur kalau terkata dimalam yang datang terlambat untuk kita yang saling sibuk membelah waktu dalam percakapan. Memecah sunyi, dan bersaing bersama pokpok ayam, pertanda subuh.

jarak sudah jadi jembatan patah yang memaksa rindu jadi buyiran buyiran kata yang diucap dalam teriak dari seberang sana.
Tanpa peluk, tanpa berpegang tangan. Cukup dalam emotikon, cukup dalam auto text, cukup dalam emoji atau... hanya cukup dengar itu dari suara kamu.

meski hanya sekedar suara yang bisa kudengar, meski hanya sekedar kata kata yang bisa kubaca. Tapi mengingat wajahmu dan membayangkan bagaimana kau melakukanya dalam dunia nyata, sudah mampu membuat ku haus peluk mu. Tertawa, mentap mu dengan pandangan yang penuh simpati, tersenyum, dan berusaha membuat kita saling ter connect dalam kata kata. Ah melegakan. Hanya bahasamu dan bahasa ku yang bisa kita mengerti, tiada orang lain, tiada siapapun yang mengerti kata kata kita. Hanya kau dan cukup aku saja yang tau.

Trutut.. Aku kembali menulis, kembali merajut kata kata dalam bingkaian kalimat yang berbalut tentangmu.
Kalau hari itu tulisan ku terhenti karna pesan singkatmu, dan kalau hari itu inspirasi ku buyar karna kata kata mu yang meracuni fikiran jernihku... hari ini juga mungkin akan sama.. semua tentang mu sudah sengaja aku hapus, sudah sengaja aku bakar dalam gelap malam. Tapi ternyata tetap saja sia-sia, kenyataan melupakanmu sesulit ini, tak semudah membuang sebungkus nasi basi kedalam kotak sampah rupanya.
Sudahlah, dirimu sudah pergi.
Sudahlah dirimu sudah bahagia.
Sudahlah kamu sudah tak suka aku.
Sudahlah kau sudah biasa dan aku yang masih sedang mencoba untuk membiasakan tanpamu.
Sudahlah semuanya memang bermasa.

Sememuakan apapun kata yang aku buat, kata sayang tetap jadi kata yang paling manis untuk didengar bahkan ketika semua itu sudah tiada dari mu lagi. Dan sayang sudah bukan jadi hal yang berarti lagi bagimu.

Sayang.. sayang kamu sudah pergi.
Dan sayang semuanya itu mengarang.. hahaha :D


*menulis dalam penghiburan diri yang sedang merasa senyap tanpa deburan suara penghibur lara yang sedang rapuh* tszzzzzs :p

1 comment: