Friday, 31 July 2015

Wanita bukan sebab Ia untuk mati







Di suatu senja bersemburat kelabu pekat
Lelaki paruh baya berjalan tertatih menapaki krikil basah berkeriput
Rintik menyelimuti kulit yang tak menggigil
Di pinggir sungai langkah itu terhenti pada cermin air yang memanggil


Di ayunkannya satu langkah kaki hingga menyentuh dasar lumut berbatu sakti
Akar kepalanya sakit, dada nya sesak dan mata itu penuh nanar terurai
Sungai membawa hujan dimata nya menuju hilir
Petang itu kumolo nimbus setia di atas kepala menghantar kenangan pada wanita selir

Lalu niat ingin mati itu terpatah,
Terdengar lantunan adzan dari seberang  sungai bermasjid putih
Cepat cepat Ia tarik kedua kaki dari sungai dangkal Ciwakih
Ia basuh kedua kaki itu, di suatu senja yang menghilang, lelaki itu bersujud ampun  di bawah langit bergumuruh

0 comments:

Post a Comment