Sunday, 2 August 2015

pada petang sukacita


Tak ada suara lain
Selain semusim hujan
Dan katak kertas menari berserakan
memakan lagu yang mencumbu sudut ruangan

Ada jemari lelah mencoret lembar jawaban
Membaca soal
pada buku buku kucal
Sesekali paragraph tertidur diatas satu angka
Melindas mekanika kuantum pada kuadrat yang menggantung lengan lengan kromosom homolog
"Entah apa yang aku bicarakan"
ujarnya pada 1 larik terakhir

Seuntai kalimat mempertontonkan film-film muram
disaksikannya wajah wajah bersua,
melengos,
menghembus tawa tanpa menoleh
pada lorong-lorong koridor kemarin

Esok Ia kan datang
pulang,
menenteng
uang
dari gedung pemerintah
hasil bekerja

Pada suatu pelantikan
Dikenakannya seragam impian
Lalu dijumputnya kesenangan
Menghamburkan segala pelukan bertuan
Mewujudkan segala asa masa lalu menjelma nyata sukacita

0 comments:

Post a Comment